Terkuak! Ini Kunci Kesuksesan Mereka!

Bijaklah Dengan Pagimu

Saya yakin kamu menginginkan suatu pencapaian dalam hidup kamu, betul?

Standarnya jika tidak ada hal yang bisa dikatakan tentang pencapaian pribadi kita mengatakan, ingin membanggakan orang tua, betul?

Biasanya juga kita mengatakan bahwa kita ingin menjadi pribadi yang bermanfaat bagi orang lain, setuju?

Saya telah merangkum rahasia dibalik kesuksesan mereka, orang-orang yang memiliki pencapaian luar biasa dalam hidup mereka. Untuk itu, kamu boleh menyelesaikan artikel ini agar kamu juga mengetahui apa sesungguhnya yang mereka, orang-orang sukses itu lakukan.


Haii, Riqi Disini.

Mengenai hal ini, saya pernah membahasnya dalam artikel pendek yang saya sebarkan melalui facebook page OrangorangProduktif dan instagram @orangorangproduktif dengan judul Mengapa OrangSukses Bisa Sukses? Atau kamu bisa ketik di kolom search page facebook tersebut dengan kata kunci “artikel ke-147".

Disana saya telah membahas bahwa mereka, orang-orang yang mencapai kesuksesan tinggi dalam karir dan kehidupan pribadi mereka adalah karena kegigihan. Mereka adalah orang-orang yang terus bertahan dibawah ketidaknyamanan dari yang namanya belajar, usaha tanpa henti dan yang terpenting adalah mereka tidak berpaling.

Namun, bukan hal ini yang ingin saya bahas pada kesempatan kali ini.

Saya ingin membahas ada sesuatu dari mereka, orang-orang sukses tersebut yang kurang mendapat perhatian dari kisah-kisah pencapaian mereka itu.

Ini adalah sesuatu yang sangat mengispirasi saya. Saya mendapati hal ini dari seorang yang bernama Jim Kwik, ia adalah seorang yang sangat fokus pada “Brain Performance” dengan program pembelajaran akselerasi untuk menstimulus otak manusia agar mencapai performa terbaiknya.

Ia mengatakan bahwa ada pola dan ritual dari orang-orang yang luar biasa ini, ia menyebutnya orang-orang jenius. Ini bukan berarti tentang IQ, melainkan melebihi dari pada IQ.

Berikut adalah pola manusia jenius yang disebutkan oleh Jim Kwik:

1. Mereka Mengetahui Identitas Mereka

Mereka, orang-orang jenius ini mengetahui dengan jelas tentang identitas mereka. Mereka     mengetahui siapa diri mereka, apa misi mereka dan peran mereka di dunia. Kemudian mereka     bekerja untuk mencapai misi mereka itu.

2. Mereka adalah pembelajar

     Selain itu, Jim juga mengatakan bahwa para jenius ini adalah pembelajar tanpa henti. Mereka tidak mencukupkan diri mereka pada apa yang telah mereka kuasai. Jika pengetahuan adalah kekuatan, maka kemauan belajar mereka adalah kekuatan super powernya.

 3.  Memiliki Perspektif

Salah satu pola yang ditemukan adalah bahwa mereka, para jenius ini memiliki perspektif yang tidak banyak dimiliki orang kebanyakan. Salah satunya adalah bagaimana mereka memandang masalah. Mereka memandang masalah sebagai peluang, mereka memandang masalah sebagai bagian dari puzzle kehidupan, ada juga mereka yang memandang masalah hanya situasi tertentu yang pasti dihadapi oleh seorang manusia bernyawa.

4. Mereka men-Dharma-kan hidup mereka pada misi mereka

Mereka, para jenius itu benar-benar memfokuskan diri mereka pada sesuatu yang sudah mereka tanamkan pada diri mereka untuk mencapainya. Mereka “mewakafkan” hidup mereka untuk misi tersebut.

Itulah pola dari mereka yang mencapai kesuksesan dalam hidup. Namun tidak sampai disitu saja. Saya akan mengajak kamu untuk satu hal menarik dari pernyataan Jim mengengai orang-orang jenius ini yaitu ritual yang mereka lakukan.

Mereka adalah seorang yang benar-benar memiliki disiplin diri. Disiplin disini bukan hanya tentang “melakukan.” Disiplin yang dimaksud juga adalah bermakna “tidak melakukan.”

Perilaku orang-orang jenius ini melakukan dan tidak melakukan. Itulah ritual mereka. Mereka memiliki “To Do List” juga memiliki “Not-To Do List.”

Salah satu ritual sukses yang harus dimiliki seseorang dan telah dimiliki oleh mereka yang sukses adalah bahwa seseorang harus memiliki daftar Not-To Do List lebih banyak dari pada To Do List.

Ini adalah rahasia mereka. Ini adalah apa yang mereka, para jenius itu praktikkan. Ini adalah ritual mereka.

Semuanya jelas dimata mereka, semuanya jelas iya dan mereka mengatakan iya untuk sesuatu yang mendekatkan pada misi mereka. Serta dengan jelas tidak untuk hal yang menjauhkan atau memperlambat menuju misi mereka.

Mereka, para pencapai kesuksesan mengetahui bahwa waktu dan perhatian mereka adalah sumber daya yang terbaik. Untuk itu sangat penting untuk mengalokasikannya pada sesuatu yang benar-benar mendekatkan diri pada misi yang ingin dicapai.

Kebanyakan orang adalah yang mengatakan “iya” untuk sesuatu yang baik dan kemudian mencukupkan diri pada hal baik tersebut. Untuk hal ini, saya ingin mengutip perkataan dari Jim Collins dari bukunya yang berjudul Good To Great. “When you say no to Good things, so you can say yes to Great things.”

Memiliki Not-To Do List adalah sesuatu yang tak bisa ditawar oleh mereka. Ya dan tidak jelas untuk mereka. Ini adalah disiplin. Ini adalah ritual.

Contoh Not-To Do List yang nyata adalah tidak membuka smartphone sesaat setelah bangun tidur di pagi hari. Kebanyakan orang melakukan hal tersebut. Apakah kamu termasuk salah satunya?

Mereka cek smartphone mereka, mereka melihat story instagram orang yang tidak mereka sukai, mereka melihat perkembangan berita dari artis yang bercerai, mereka stalking hubungan terbaru dari mantan pacar mereka. Mereka memasukkan informasi-informasi tersebut sesaat setelah bangun tidur.

Kwik mengatakan bahwa satu jam pertama sesaat seseorang bangun tidur adalah waktu dimana kondisi fikiran seseorang “highly suggestive.”

 Jika kamu ingin memenangkan hari itu, kamu harus memenangkan satu jam pertama untuk menciptakan momentum positif pada hari tersebut.

Salah satunya adalah tidak melakukan sesuatu yang dapat menguras energimu di satu jam pertama setelah kamu terjaga dari tidur.

Informasi negatif yang kamu dapatkan sesaat setelah terjaga di pagi hari akan membuat kamu memikirkan hal tersebut, kemudian dari apa yang kamu fikirkan itu akan membuat kamu merasakan perasaan yang pada hari sebelumnya telah kamu rasakan sehingga perasaan itu kembali terulang.

Kamu stalking mantan kamu yang baru saja mendapatkan hubungan baru yang mana sementara kamu masih dalam titik terendah setelah tidak lagi bersamanya. Kamu bangun tidur dan langsung stalking instagram, facebook, twitternya. Kemudian kamu mendapatkan perasaan yang sama menyakitkannya seperti pada hari-hari sebelumnya.

Kamu bisa bayangkan sendiri, bagaimana buruknya hari kamu karena pagi yang menguras energi tersebut.

Ini adalah contoh nyata dari Not-To Do List. Kamu bisa mengeksplor lebih jauh mengenai hal ini jika kamu tertarik untuk melakukannya. Kamu bisa cari ritual kedisiplinan kamu sendiri.

Mereka para jenius itu adalah seseorang yang memiliki disiplin terhadap To Do List dan Not-To Do List. Mereka juga memiliki Perspektif, hidup dalam Misi pribadi, mereka mengetahui identitas diri mereka, mereka men-dharma-kan hidup mereka untuk misi mereka serta mereka adalah pembejalar.

Itulah mereka, itulah para jenius, itulah mereka, “Most Successful Achievers.”

Saya akan menutup pembahasan yang sangat menarik ini dengan perkataan seseorang yang mengetakan:

“When Great Is An Option, Why Settle For Only Good?”

Terima kasih telah membaca tulisan ini sampai akhir. Saya harap kamu mendapatkan insight yang bermanfaat yang bisa kamu praktikkan untuk kehidupan kamu sendiri.

Saya sangat bersyukur karena telah menyelesaikan tulisan ini. Juga tulisan ini merupakan bentuk syukur saya terhadap pengetahuan yang saya dapatkan. Saya membagikan ini untuk kamu agar kita, saya dan kamu mempraktikkan pelajaran berharga ini.

Saya akan sangat senang jika kamu juga membagikan tulisan ini ke teman-teman kamu dengan klik “Share on Facebook” dan “Share on Twitter” pada kolom yang telah tersedia dibawah.

Untuk mendapatkan lebih banyak tulisan seputar Pengembagan-Diri dari OrangorangProduktif di berbagai platform, kamu bisa klik link dibawah ini.

Klik Disini

Klik Disini

Klik Disini

Saya Riqi dari OrangorangProduktif.com

Being Addicted To Self Growth.

 

Latest
Previous
Next Post »
0 Komentar