Haii, Riqi Disini.
"Usaha Cuma 20 Persen Tapi Dapat Hasil 80 Persen? Emang Bisa?" Bisa Banget, Saya Akan Ajak Kamu Bahas Bukunya Richard Koch yang Berjudul Living The 80/20 Way Agar Kamu Dapatkan Wawasannya.
Tidakkah kamu ingin kerja dikit namun dengan hasil
yang begitu besar?
Bisakah kamu
bayangkan melakukan suatu pekerjaan yang hanya memerlukan effort 20% saja namun
hasilnya 4x lebih banyak dari usaha yang kamu lakukan?
Apakah kamu tertarik
dengan konsep bekerja seperti itu?
Kamu bisa baca artikel
ini sampai selesai karena saya akan membahasnya lebih banyak lagi disini.
Ini adalah konsep
yang saya dapatkan dari buku yang berjudul Living The 80/20 Way yang ditulis
oleh Richard Koch. Ia adalah seorang penulis buku yang sangat terkenal yang
mana gagasannya ini telah diterima oleh banyak kalangan. Ia mengatakan bahwa “80% hasil yang diperoleh berasal dari hanya
20% penyebab atau upaya.”
Sebetulnya ini adalah
prinsip yang penulis bawakan dalam konteks ekonomi dan bisnis. Melalui bukunya
yang berjudul The 80/20 Priciple yang
telah diterjemahkan ke dlaam 22 bahasa dan terah terjual lebih dari 500.000
eksemplar. Wajar saja jika saya mengatakan bahwa gagasannya ini diterima. Para
pembaca buku ini merasa bahwa gagasan yang ia tulis untuk konteks ekonomi dan
bisnis ini juga berlaku untuk kehidupan personal. Hal inilah yang mendorong
Koch untuk menuliskan prinsip 80/20 ini dalam konteks kehidupan pribadi hingga
jadilah buku ini sebagai salah satu buku pengembangan diri.
Saya pribadi sangat
tertarik dengan gagasan yang dibawakan oleh Koch ini. Bagaimana tidak, siapa
juga yang ngga mau melakukan effort sebesar 20 persen kemudian mendapatkan
hasil sebesar 80 persen. Tentu saja hal ini sangat menggiurkan. Walau saya
belum baca buku The 80/20 Principle (yang mana buku tersebut sudah masuk wish
list saya di tahun ini) namun, saya sudah mendapatkan insight yang sangat
mencerahkan dari buku Living The 80/20 Way.
Ada dua hal yang
disebutkan penulis agar prinsip 80/20 ini bekerja untuk kehidupan pribadi. Yang
pertama adalah Aturan tentang Fokus (saya telah menemukan bahwa fokus begitu
sering disebut-sebut oleh para penulis dan penggagas ide besar didalam berbagai
buku pengembangan diri yang saya baca). Pada dasarnya aturan ini berbicara
tentang “Less is More” sejenis apa yang sering kita sebut dengan minimalisme.
Penulis mengatakan
“Cukup mudah memahami gagasan tentang fokus. Konsep 80% dari apa yang kita
inginkan dihasilkan dari 20% dari apa yang lakukan. Oleh karena itu, dalam
mendapatkan hasil yang kita inginkan, membantu orang lain ataupun tujuan yang
sangat penting bagi kita, hanya sebagian kecil dari tindakan yang benar-benar
diperlukan.” Lebih ekstrim lagi, penulis mengatakan “sisanya sia-sia belaka.
Jadi, kita kita
belajar mengidentifikasi hal-hal yang paling berarti dan yang menambah kita
untuk belajar untuk berfokus pada hal-hal yang kita yakini paling penting. Maka
kita akan mendapati Less is More.
Tugas kita disini
adalah menemunkan 20% dari tindakan kita yang benar-benar menghasikan itu. Dalam
buku Living The 80/20 Way kita akan diarahkan oleh penulis bagaimana menemukan
20% tindakan yang akan menghasilkan 80% tersebut.
Penulis mengatakan
bahwa dengan berkonsentrasi hanya pada hal-hal tertentu yaitu dari beberapa
aspek paling penting dalam kehidupan kita dan yang sesuai dengan keinginan
kita, kehidupan tiba-tiba menjadi lebih dalam dan lebih memuaskan.
Penulis disini
mengarahkan kita pada kedalaman makna dari sebuah tindakan. Bukan memperluasnya.
Saya fikir ada benarnya, sebab hal ini juga sejalan dengan apa yang disebutkan
oleh Filsuf Tiongkok Sun Tzu:
“Jika Anda perkuat
semua di bagian, maka Anda akan lemah di semuanya”
Fokus yang ingin disampaikan
oleh penulis disini adalah bagaimana kita hanya memberikan perhatian pada
sesuatu yang paling bernilai pada diri kita pribadi. Ini bersifat unik, karena
setiap orang tentu memiliki nilai yang dijunjung tinggi pada tingkat individu.
Pertanyaannya adalah
apakah kamu telah mengetahui apa hal yang paling bernilai dalam dirimu? Silahkan
kamu renungi pertanyaan ini.
Dalam tulisan saya di
@orangorangproduktif (Facebook Page dan Instagram) saya telah banyak membahas pentingnya
Value untuk setiap pribadi. Sebab hal tersebut sangatlah krusial juga penerapan
dari “Finding your own Value” juga bisa digunakan dalam berbagai kebutuhan.
Salah satunya adalah dari topik yang sedang kita bahas saat ini.
Dengan kata lain,
dengan gagasan 80/20-nya ini menginginkan agar kita memfokuskan 20% dari
tindakan kita tersebut hanya pada sesuatu yang paling bernilai dalam hidup
kita.
Sekali lagi, apa
value kamu? Apa nilai yang paling kamu junjung tinggi dalam hidupmu?
Itulah tahapan
pertama yang disampaikan penulis.
Setelah kita
mengetahui value yang kita junjung tinggi dan kita memfokuskan diri pada
tindakan dari sesuatu yang kita junjung tinggi tersebut. Penulis mengarahkan
kita agar meningkatkan dari apa yang telah kita fokuskan tersebut. Inilah yang
penulis sebutkan pada bagian kedua.
Bagian kedua adalah Aturan
tentang Kemajuan. Idenya adalah dengan menciptakan lebih banyak dengan
lebih sedikit. Apakah kamu dapat memahami kalimat tersebut? Sebetulnya saya
juga memerlukan waktu untuk menangkap apa yang dimaksud oleh penulis. Terkesan
paradoks memang, namun itulah yang disampaikan oleh penulis. ^_^
Untuk gagasan kedua,
penulis mengatakan bahwa kita dapat menciptakan lebih banyak dengan lebih
sedikit. Penulis mengatakan jika tidak dijelaskan lebih mendalam akan ada
keambiguan didalam kalimat tersebut.
Aturan tentang
kemajuan mengatakan bahwa kita selalu dapat memperoleh atau meraih lebih banyak
dari apa yang kita inginkan dengan menggunakan lebih sedikit energi, keringat
dan kekhawatiran. Saya memahami kalimat ini dengan menghubungkannya dengan Compounding Effect.
Pada gagasan ini
disebutkan bahwa kita tidak hanya bisa memperbaiki keadaan secara dramatis tapi
juga melakukannya dengan lebih sedikit usaha. Saya fikir gagasan ini cukup
revolusioner, sebab hal ini bertentangan dengan pandangan yang berlaku secara
umum yang mengatakan bahwa tindakan lebih banyak akan memberikan hasil yang
lebih banyak pula.
Sebab gagasan ini
bertentangan dengan pandangan kebanyakan, maka saya begitu tertarik untuk
menyelesaikan buku ini.
Pada intinya, buku
Living The 80/20 Way akan menunjukkan kepada kita bagaimana menerapkan kedua
hal tersebut. Penerapan dari prinsip ini mencangkup berbagai aspek dalam
kehidupan (Setidaknya itulah yang di klaim oleh penulis).
Disebutkan bahwa
prinsip 80/20 yang terdiri dari kurang
adalah lebih dan mencapai lebih
banyak dengan lebih sedikit dapat diterapkan untuk kehidupan pribadi,
pekerjaan dan kesuksesan profesional, hubungan, dan yang pastinya adalah
penerapan ini berlaku dalam ekonomi dan bisnis sebab gagasan ini bermula dari
sana.
Yap, itulah
pembahasan singkat mengenai prinsip 80/20 yang bisa kita terapkan dalam
kehidupan kita sehari-hari.
Bagaimana? Apakah kamu
sudah mendapatkan insight dari tulisan ini?
Saya berterima kasih kepada kamu yang telah
membaca tulisan saya di orangorangproduktif.com
Saya juga bersykur karena dapat menyelesaikan
tulisan ini.
Adalah sebuah kehormatan bagi saya jika kamu
bersedia membagikan tulisan ini ke teman-teman kamu di platform sosial media
manapun.
Jika ada hal yang ingin kamu diskusikan, jangan
sungkan untuk menuliskannya di kolom komentar ^_^
Nantikan tulisan saya di orangorangproduktif.com
selanjutnya.
Orangorangproduktif.com juga hadir di Platfrom Facebook
dan Instagram.
Kamu bisa klik link dibawah ini untuk Follow dan
like Page Facebooknya. Sebab kamu akan dapatkan informasi seputar pengembangan
diri lebih banyak yang saya post setiap harinya.



