Haii, Riqi Disini.
Apakah kamu pernah
memikirkan:
- Apa
sih perbedaan antara Kepemimpinan dan Manajemen?
- Bagaimana
sih hubungan diantara keduanya?
- Apakah
Seorang pemimpin secara otomatis bisa me-manage? Dan sebaliknya apakah
seorang manajer otomatis bisa mejadi seorang pemimpin?
Saya yakin, beberapa
diantara kamu sudah pernah kefikiran hal seperti ini didalam benak kamu. Betul?
Atau jika kamu memang
baru kefikiran pertanyaan seperti ini, dalam tulisan ini saya ingin mengajak
kamu membahas satu topik yang sangat menarik perhatian saya belakangan ini.
Yaitu saya ingin
mengajak kamu menyelami lebih dalam lagi perbedaan antara keduanya.
Sebelumnya saya ingin
bercerita sedikit bagaimana saya bisa sampai pada pertanyaan perbedaan antara
Kepemimpinan dan Manajemen ini. Boleh? ^_^
Pertanyaan ini muncul
ketika saya membaca buku Stehpen R. Covey yang saya rasa kita semua sudah
familiar dengan buku tersebut yang berjudul Seven Habits of Highly Effective
People atau kedepan akan saya sebut hanya dengan Seven Habits saja.
Dalam salah satu bab
di buku tersebut yang membahas mengenai pernyataan misi pribadi seseorang,
disebutkan bahwa seorang pribadi yang memiliki misi pribadi dapat membayangkan
dan memvisualisasikan apa yang mereka inginkan dimasa mendatang. Untuk mencapai
tahap tersebut, dibutuhkan kepemimpinan pribadi. Dalam sub pembahasan
kepemimpinan pribadi inilah di sebutkan bahwa kepemimpinan berbeda dengan
manajemen. Sudah mulai penasaran? Tenang, semua akan saya bahas disini.
Selain itu, saya juga
mendapati perbedaan antara Kepemimpinan dan Manajemen ini dibuku lainnya yang
berjudul Ready To Lead? Yang ditulis oleh
Alan Price.
Juga saya mendapati
kutipan yang secara khusus menyebutkan perbedaan antara keduanya.
Nah, dari ketiganya
itulah saya berusaha mencari benang merah diantara ketiga pernyataan yang
menyebutkan perbedaan antara kepemimpinan dan manajemen tersebut.
Setelah
merangkum dan mencari benang merah dari tiga kutipan yang saya baca tentang
perbedaan antara keduanya, saya menyimpulkan sesuatu. Kesimpulan tersebut akan
saya sebutkan di akhir pembahasan tulisan ini. Namun, saya akan menyebutkan
ketiga kutipan berbedaan antara Kepemimpinan dan Manajemen terlebih dahulu untuk
kamu agar kita sama-sama mengetahui perbedaan diantara keduanya. Oke. ^_^
Kutipan pertama saya dapatkan dari Peter Drucker dan Warren Bennis, keduanya menyebutkan bahwa “Manajemen adalah melakukan sesuatu dengan benar; kepemimpinan melakukan hal yang benar.”
Dari kutipan diatas, apakah kamu sudah merasakan perbedaan dan dapat menguraikan perbedaan antara keduanya?
Kutipan kedua saya dapatkan dari Stephen R. Covey. Beliau membedakan keduanya dengan menghubungkan keduanya dengan teori otak kanan dan otak kiri (belakangan teori otak kanan-kiri ini dikatakan masih diperdebatkan, namun saya tidak akan membahas hal ini); ia mengatakan:
“Manajemen letaknya di otak kiri, dimana disana terkumpul analisis, perhitungan, perbandingan historis, standar dan aturan secara runut berada.”
“Sedangkan Kepemimpinan letaknya di otak kanan dimana imajinasi, mimpi, visualisasi dan pemikiran berdasarkan intuisi berada.”
Apakah kamu sudah menemukan benang merah antara kutipan pertama dan kutipan kedua?
Kutipan ketiga saya dapatkan dari tulisan dalam buku yang berjudul Ready To Lead? Karya Alan Price. “Manajemen adalah ilusi, sehingga kita dapat mengubah dunia irasional menjadi rasional. Manajemen menciptakan cerita masa lalu yang masuk akal dan memberi petunjuk bagi tindakan kita dimasa sekarang.”
“Sedangkan kepemimpinan adalah imajinasi yang membuat dunia rasional menjadi inspirasional. Kepemimpinan menciptakan kisah masa depan sehingga tindakan kita saat ini ada artinya.”
Sekali lagi, apakah kamu sudah menemukan benang merah antara ketiga kutipan yang telah disebutkan sebelumnya?
Kali ini saya akan mencoba menarik benang merah antara ketiga pernyataan yang menyebutkan perbedaan antara kepemimpinan dan manajemen tersebut. Siap? Yuk kita lanjut lagi.
Pertama yang menyebutkan bahwa manajemen melakukan sesuatu dengan benar sedangkan kepemimpinan adalah melakukan sesuatu yang benar. Pernyataan ini mengisyaratkan bahwa manajemen dalam konteks pengertian diatas merupakan sebuah guide dan perilaku serta pekerjaan kita diarahkan dengan aturan-aturan yang telah disetujui oleh sekelompok orang yang bisa kita sebut dengan “pihak manajemen” dalam sebuah perusahaan atau organisasi secara umum.
Kesepakatan ini bisa dalam bentuk aturan perusahaan, KPI, Standar Operasional Prosedur atau yang lebih luas lagi ISO yang disepakati secara internasional. Bisa juga dalam bentuk target pendapatan. Dimana target ini dapat dijadikan sebagai tolok ukur keberhasilan pencapaian departemen tertentu, target sales contohnya. Itulah manajemen, melakukan sesuatu yang benar. Dikatakan benar karena dapat dibandingkan dengan standar.
Sedangkan Kepemimpinan berdasarkan konteks diatas yang menyebutkan bahwa kepemimpinan adalah melakukan sesuatu yang benar, yang dimaksud adalah sebuah kepercayaan atau value, bisa juga disebutkan dengan istilah yang digunakan oleh Simon Sinek yaitu “Why”. Kepercayaan yang datangnya dari nurani seseorang, sebuah nilai yang dibakukan dalam sebuah visi dan misi perusahaan yang kemudian melalui keduanya dirumuskanlah kebijakan dan strategi. Dimana kebijakan dan strategi ini adalah guidance bagi “manajemen.”
Pernyataan kedua yang saya ambil dari Stephen Covey yang mengatakan bahwa Manajemen datang dari otak kiri yang dimana otak kiri adalah tempatnya analisis, perhitungan, dan perbadingan historis, serta standar dan aturan. Hal ini selasar dengan pernyataan yang pertama yang menyebutkan tentang manajemen merupakan melakukan sesuatu dengan benar. Melakukan sesuatu dengan benar artinya melakukan sesuatu yang sesuai dengan standar dan aturan serta perilaku atau pencapaian dapat diukur dan dibandingkan dengan data historis.
Kepemimpinan berada di otak kanan dimana disana tempat imajinasi, visualisasi, mimpi dan intuisi yang bersifat abstrak berada. Jika seorang pemimpin adalah mereka yang memiliki cita-cita dan memegang teguh nilai yang ingin mereka capai. Maka hal ini selaras dengan yang dimaksud oleh Stepen Covey. Para pemimpin adalah mereka yang bisa memvisualisasikan cita-cita mereka serta mereka dapat membuat orang lain membayangkan apa yang dirinya cita-citakan. Hal tersebut bisa dalam bentuk visi dan misi. Setuju? ^_^
Kemudian kutipan ketiga yang mengatakan bahwa manajemen menciptakan cerita masa lalu dan memberi petunjuk bagi tindakan kita dimasa sekarang. Cerita masa lalu ini sebagai dasar analisis, perbandingan data historis serta perhitungan kenaikan dan penurunan sebuah kinerja. Tempatnya di otak kiri.
Serta kutipan ketiga mengatakan bahwa kepemimpinan adalah imajinasi yang membuat dunia rasional menjadi inspirasional. Kepemimpinan adalah menciptakan kisah masa depan sehingga tindakan kita saat ini ada artinya. Kutipan ketiga ini memiliki keselarasan dengan pernyataan Stehpen Covey yang mengatakan bahwa kepemimpinan berada di otak kanan serta mereka adalah pihak yang menciptakan nilai serta nilai tersebut yang menjadi pondasi dari visi dan misi.
Saya ingin memberikan contoh kepada kamu terkait dengan pengertian Kepemimpinan diatas yang menyebutkan “Kepemimpinan adalah imajinasi yang membuat dunia rasional menjadi inspirasional.” Kamu masih bingung dengan pernyataan ini? Saya akan memberikan contoh nyata orang yang melakukan hal ini.
Dialah Steve Jobs, dalam buku yang ditulis oleh Simon Sinek yang berjudul “Start With Why” disebutkan bahwa, Jobs memiliki Nilai yang ingin ia sebarkan melalui produknya. ‘i’ yang menempel disetiap produknya – iPhone, iPad, iWatch, you name it – adalah manifestasi bahwa teknologi seharusnya bisa digunakan untuk pribadi. Pada saat itu, industri teknologi hardware sedang dipegang oleh IBM, dimana pada saat itu, komputer hanya bisa ditemukan di kantor-kantor.
Steve Jobs, adalah pemimpin. Dia mengimajinasikan sesuatu yang inspirasional sehingga membuat mereka yang tergabung dengan Jobs terinspirasi karena idenya.
Kembali lagi pada topik pembahasan. Dari semua kutipa yang saya baca mengenai perbedaan antara manajemen dan kepemimpinan, baik kutipan itu dari Peter Drucker dan Warren Bennis, Stephen Covey serta Alan Price Kegitanya memiliki keselarasan dan tidak memiliki pertentangan didalamnya. Keduanya berbeda (Kepemimpinan dan Manajemen), namun keduanya saling membutuhkan dalam suatu organisasi. Karena perbedaan ini, terkadang ada “shock” tertentu ketika seorang manajer berpindah menjadi pemimpin. Hal ini akan saya bahas dilain waktu.
Terima
kasih sudah mampir di orangorangproduktif.com
Semoga
kamu mendapatkan insight dari apa yang saya tulis.
Jika
ada hal yang ingin kamu diskusikan, silahkan drop di kolom komentar ya.
Serta
jika tulisan ini bermanfaat, kamu bisa bagikan ke teman-teman kamu di sosial
media melalui tombol share yang sudah ada.
Oh
iya, orangorangproduktif juga ada di platform Facebook dan Instagram juga. Kamu
bisa klik link dibawah ini untuk follow dan like page orangorangproduktif.
Sekali
lagi, saya ucapkan terima kasih telah mampir di orangorangproduktif.com
Saya
Riqi, sampai jumpa dalam artikel pengembangan diri lainnya. ^_^

0 Komentar