![]() |
| Kita adalah apa yang kita konsumsi, Setuju? |
Haii,
Riqi Disini.
Tentu kita sudah
familiar dengan istlah Insecurity, bukan?
Ketika yang lain sudah
menikah dan mempunyai anak di umur yang setara dengan kita, kita kadang merasa
kecil dengannya.
Ketika orang lain pergi
jalan-jalan ke Luar Negeri dengan pasangan mereka atau dengan keluarga mereka,
kita kadang merasa kecil melihat kebahagiaan mereka.
Ketika yang lain sudah
bekerja di perusahaan yang mereka idam-idamkan dan menikmati pekerjaan mereka
disana, kita merasa rendah diri karenanya.
Ketika sebagian pemuda
telah berhasil mengembangkan dan membangun bisnis mereka, kita merasa malu pada
diri sendiri.
Bukankah perasaan
tersebut familiar dengan kita? Yaa.. tentu saja... saya dan kamu pasti pernah
dalam perasaan seperti itu.
Kira-kira, kenapa
dengan melihat pencapaian orang lain kita merasa kecil, merasa rendah, malu
pada diri sendiri dan yang lebih parah, merasa terintimidasi oleh pencapaian
orang lain? Yaa.. tentu saja karena secara sadar atau tidak sadar kita telah
membandingkan diri kita dengan mereka yang “sudah” atau yang kita asumsikan
dalam fikiran kita sendiri telah “sukses.”
Pernahkah kita
bertanya-tanya, kira-kira apa penyebab sehingga kita membandingkan diri kita
dengan pencapaian orang lain diluar sana? Banyak yang mengatakan bahwa semua
itu karena apa yang kita konsumsi di media sosial dimana orang-orang secara
sadar atau tidak sadar berlomba-lomba
mempertontonkan pencapaian mereka-lah. Efek yang ditimbulkan dari mengkonsumsi
hal tersebut adalah turunnya rasa percaya diri seseorang sehigga memunculkan
perasaan tidak enak dan berakhir pada insecure.
Dilema yang kita hadapi
dari permasalahan insecure ini adalah bahwa kita ingin meninggalkan media
sosial namun, kita juga masih memiliki keinginan untuk tetap terhubung dengan
orang lain. Iya kan?
Lantas apa solusinya?
Saya telah melakukan
tiga hal ini dan saya pribadi telah merasakan manfaatnya. Mau saya bagikan
tipsnya? Silahkan lanjutkan membaca artikel ini jika kamu mau tau tipsnya.
Tips sederhana ini
telah saya lakukan dan saya bersyukur sebab dengannya saya merasa lebih baik
dan perasaan “merasa kecil” saya perlahan berkurang seiring hari-hari yang saya
lalui.
Tips pertama adalah
saya unfollow akun-akun yang menyebabkan rasa insecurity saya muncul, hayoo
coba fikirkan dan ingat-ingat lagi, kira-kira siapa yang kita lihat sosial
medianya yang kira-kira kamu merasa “kecil” setelah melihat postingan orang
tersebut? Memang cara ini sedikit ekstrim bagi sebagian orang, namun saya lebih
memilih kesehatan mental saya diatas pertimbangan lainnya. Sekarang bagaimana
dengan kamu?
Tips kedua yang saya
lakukan adalah dengan membatasi/sembunyikan/hide postingan feed dan story
instagram beberapa orang yang berada didalam lingkungan “circle” saya.
Alasannya sama, membuat perasaan saya “kecil” dan saya mulai membandingkan diri
dengan mereka. Sebenarnya tidak ada yang salah dengan orang-orang yang kita
batasi hubungannya di sosial media, sungguh. Memang perasaan yang tidak masuk
akal ini (insecure yang saya maksud) muncul melalui orang-orang yang kadang
tidak bisa kita tebak. Pertanyaannya sama dengan tips pertama, saya sudah
melakukannya dan saya merasa lebih baik, bagaimana dengan kamu?
Ketiga, perbanyak
follow akun-akun di media sosial yang bisa memberikan gelombang energi positif
untuk diri sendiri. Mengkonsumsi konten positif akan memberikan semacam nutrisi
bagi otak dan fikiran kita. Pernah dengar quote ini..
“Kita
adalah apa yang kita konsumsi.”
Jika kamu ingat dari
siapa quote tersebut, silahkan tulis di kolom komentar ya, karena jujur saya
lupa kalimat pastinya dan siapa yang menyebutkan/menulis quote tersebut. Hehe.
Lantas, apa hasil yang
saya rasakan setelah melakukan ketiga hal tersebut diatas? “BOOM” saya
merasakan perasaan yang rasa-rasanya terakhir kali saya rasakan sebelum
mengenal media sosial (agak hiperbola sih yaa). Tapi, ini benar, saya merasakan
sesuatu yang berbeda setelah mengurangi mengkonsumsi konten-konten yang
mengurangi rasa percaya diri saya dan menggantinya dengan konten-konten positif
yang memberikan energi positif dan getaran positif bagi otak dan fikiran saya.
Inilah perasaan yang bisa saya gambarkan kepada kamu. Tidak ada kalimat yang
lebih baik lagi yang bisa saya sampaikan terkait dengan penggambaran perasaan
yang saya rasakan tersebut, kamu ingin merasakannya? Silahkan ikuti tips diatas
ya.
Sekarang,
saya ingin turut andil dan memberikan kontribusi untuk kamu yang memiliki
permasalahan yang serupa dengan yang saya alami. Saya berniat dan berkeinginan memberikan
kontribusi berupa menyebarkan tulisan dan memberikan informasi berupa
konten-konten positif sebagai pengganti konten-konten negatif yang secara tidak
langsung merasuki alam bawah sadar kita.
Melalui
grup facebook Bacaan Bermanfaat dan Page
facebook OrangorangProduktif yang telah memuat sebanyak lebih dari seratus
artikel pendek seputar pengembangan diri dan self help (dan akan terus
bertambah karena setiap harinya saya ber-azam pada diri saya sendiri untuk
membagikan satu artikel pendek pengembangan diri di @orangorangproduktif), saya
berharap kita semua bisa memberikan kontribusi berupa bacaan positif yang mudah
diakses dan dibagikan di platform facebook ini.
Selain
itu juga saya juga aktif membagikan postingan dalam bentuk Carousel dengan tema
Self-Improvement pula. Link unutk menuju Grup, Page dan Instagram akan ada
dibagian akhir tulisan ini ya. ^_^
Untuk
itu, saya mengajak kamu untuk bergabung di grup facebook @bacaan bermanfaat dan
juga like dan follow halaman @orangorangproduktif serta Instagram
@orangorangproduktif sehingga setiap harinya, setidaknya kamu membaca satu
artikel pendek pengembangan diri dan self help. Mulai dari langkah kecil ini,
saya harapkan kamu juga memiliki hasrat yang lebih besar lagi untuk membaca dan
mengkonsumsi konten-konten positif.
Itu
saya yang ingin saya bagikan kepada kamu. Semoga dengan membaca artikel pendek
ini saya dan kamu bisa menjadi lebih peduli dengan kesehatan mental kita
masing-masing dan juga orang-orang sekitar kita.
Jika
ada yang ingin di diskusikan silahkan meluncur ke kolom komentar.
Serta
jika informasi dari artikel ini memberikan manfaat untuk kamu, silahkan di
share ke teman-teman kamu juga yaa.
Saya tunggu kehadiran kamu di grup @bacaan bermanfaat dan halaman @orangorangproduktif juga di Instagram @orangorangproduktif. Linknya saya ada dibawah ini ya.
Saya
Riqi, Salam produktif. ^_^

0 Komentar