Stop !!! Tulisan Ini untuk Kamu yang Sering Dirundung Insecurity

Kita adalah apa yang kita konsumsi, Setuju?

Haii, Riqi Disini.

Tentu kita sudah familiar dengan istlah Insecurity, bukan?

Ketika yang lain sudah menikah dan mempunyai anak di umur yang setara dengan kita, kita kadang merasa kecil dengannya.

Ketika orang lain pergi jalan-jalan ke Luar Negeri dengan pasangan mereka atau dengan keluarga mereka, kita kadang merasa kecil melihat kebahagiaan mereka.

Ketika yang lain sudah bekerja di perusahaan yang mereka idam-idamkan dan menikmati pekerjaan mereka disana, kita merasa rendah diri karenanya.

Ketika sebagian pemuda telah berhasil mengembangkan dan membangun bisnis mereka, kita merasa malu pada diri sendiri.

Bukankah perasaan tersebut familiar dengan kita? Yaa.. tentu saja... saya dan kamu pasti pernah dalam perasaan seperti itu.

Kira-kira, kenapa dengan melihat pencapaian orang lain kita merasa kecil, merasa rendah, malu pada diri sendiri dan yang lebih parah, merasa terintimidasi oleh pencapaian orang lain? Yaa.. tentu saja karena secara sadar atau tidak sadar kita telah membandingkan diri kita dengan mereka yang “sudah” atau yang kita asumsikan dalam fikiran kita sendiri telah “sukses.”

Pernahkah kita bertanya-tanya, kira-kira apa penyebab sehingga kita membandingkan diri kita dengan pencapaian orang lain diluar sana? Banyak yang mengatakan bahwa semua itu karena apa yang kita konsumsi di media sosial dimana orang-orang secara sadar atau  tidak sadar berlomba-lomba mempertontonkan pencapaian mereka-lah. Efek yang ditimbulkan dari mengkonsumsi hal tersebut adalah turunnya rasa percaya diri seseorang sehigga memunculkan perasaan tidak enak dan berakhir pada insecure.

Dilema yang kita hadapi dari permasalahan insecure ini adalah bahwa kita ingin meninggalkan media sosial namun, kita juga masih memiliki keinginan untuk tetap terhubung dengan orang lain. Iya kan?

Lantas apa solusinya?

Saya telah melakukan tiga hal ini dan saya pribadi telah merasakan manfaatnya. Mau saya bagikan tipsnya? Silahkan lanjutkan membaca artikel ini jika kamu mau tau tipsnya.

Tips sederhana ini telah saya lakukan dan saya bersyukur sebab dengannya saya merasa lebih baik dan perasaan “merasa kecil” saya perlahan berkurang seiring hari-hari yang saya lalui.

Tips pertama adalah saya unfollow akun-akun yang menyebabkan rasa insecurity saya muncul, hayoo coba fikirkan dan ingat-ingat lagi, kira-kira siapa yang kita lihat sosial medianya yang kira-kira kamu merasa “kecil” setelah melihat postingan orang tersebut? Memang cara ini sedikit ekstrim bagi sebagian orang, namun saya lebih memilih kesehatan mental saya diatas pertimbangan lainnya. Sekarang bagaimana dengan kamu?

Tips kedua yang saya lakukan adalah dengan membatasi/sembunyikan/hide postingan feed dan story instagram beberapa orang yang berada didalam lingkungan “circle” saya. Alasannya sama, membuat perasaan saya “kecil” dan saya mulai membandingkan diri dengan mereka. Sebenarnya tidak ada yang salah dengan orang-orang yang kita batasi hubungannya di sosial media, sungguh. Memang perasaan yang tidak masuk akal ini (insecure yang saya maksud) muncul melalui orang-orang yang kadang tidak bisa kita tebak. Pertanyaannya sama dengan tips pertama, saya sudah melakukannya dan saya merasa lebih baik, bagaimana dengan kamu?

Ketiga, perbanyak follow akun-akun di media sosial yang bisa memberikan gelombang energi positif untuk diri sendiri. Mengkonsumsi konten positif akan memberikan semacam nutrisi bagi otak dan fikiran kita. Pernah dengar quote ini..

“Kita adalah apa yang kita konsumsi.”

Jika kamu ingat dari siapa quote tersebut, silahkan tulis di kolom komentar ya, karena jujur saya lupa kalimat pastinya dan siapa yang menyebutkan/menulis quote tersebut. Hehe.

Lantas, apa hasil yang saya rasakan setelah melakukan ketiga hal tersebut diatas? “BOOM” saya merasakan perasaan yang rasa-rasanya terakhir kali saya rasakan sebelum mengenal media sosial (agak hiperbola sih yaa). Tapi, ini benar, saya merasakan sesuatu yang berbeda setelah mengurangi mengkonsumsi konten-konten yang mengurangi rasa percaya diri saya dan menggantinya dengan konten-konten positif yang memberikan energi positif dan getaran positif bagi otak dan fikiran saya. Inilah perasaan yang bisa saya gambarkan kepada kamu. Tidak ada kalimat yang lebih baik lagi yang bisa saya sampaikan terkait dengan penggambaran perasaan yang saya rasakan tersebut, kamu ingin merasakannya? Silahkan ikuti tips diatas ya.

Sekarang, saya ingin turut andil dan memberikan kontribusi untuk kamu yang memiliki permasalahan yang serupa dengan yang saya alami. Saya berniat dan berkeinginan memberikan kontribusi berupa menyebarkan tulisan dan memberikan informasi berupa konten-konten positif sebagai pengganti konten-konten negatif yang secara tidak langsung merasuki alam bawah sadar kita.

Melalui grup facebook Bacaan Bermanfaat dan Page facebook OrangorangProduktif yang telah memuat sebanyak lebih dari seratus artikel pendek seputar pengembangan diri dan self help (dan akan terus bertambah karena setiap harinya saya ber-azam pada diri saya sendiri untuk membagikan satu artikel pendek pengembangan diri di @orangorangproduktif), saya berharap kita semua bisa memberikan kontribusi berupa bacaan positif yang mudah diakses dan dibagikan di platform facebook ini.

Selain itu juga saya juga aktif membagikan postingan dalam bentuk Carousel dengan tema Self-Improvement pula. Link unutk menuju Grup, Page dan Instagram akan ada dibagian akhir tulisan ini ya. ^_^

Untuk itu, saya mengajak kamu untuk bergabung di grup facebook @bacaan bermanfaat dan juga like dan follow halaman @orangorangproduktif serta Instagram @orangorangproduktif sehingga setiap harinya, setidaknya kamu membaca satu artikel pendek pengembangan diri dan self help. Mulai dari langkah kecil ini, saya harapkan kamu juga memiliki hasrat yang lebih besar lagi untuk membaca dan mengkonsumsi konten-konten positif.

Itu saya yang ingin saya bagikan kepada kamu. Semoga dengan membaca artikel pendek ini saya dan kamu bisa menjadi lebih peduli dengan kesehatan mental kita masing-masing dan juga orang-orang sekitar kita.

Jika ada yang ingin di diskusikan silahkan meluncur ke kolom komentar.

Serta jika informasi dari artikel ini memberikan manfaat untuk kamu, silahkan di share ke teman-teman kamu juga yaa.

Saya tunggu kehadiran kamu di grup @bacaan bermanfaat dan halaman @orangorangproduktif juga di Instagram @orangorangproduktif. Linknya saya ada dibawah ini ya.

Klik disini ya

Klik disini ya

Klik disini ya

Saya Riqi, Salam produktif. ^_^

Previous
Next Post »
0 Komentar