Terkuak! Ini Kunci Kesuksesan Mereka!

Bijaklah Dengan Pagimu

Saya yakin kamu menginginkan suatu pencapaian dalam hidup kamu, betul?

Standarnya jika tidak ada hal yang bisa dikatakan tentang pencapaian pribadi kita mengatakan, ingin membanggakan orang tua, betul?

Biasanya juga kita mengatakan bahwa kita ingin menjadi pribadi yang bermanfaat bagi orang lain, setuju?

Saya telah merangkum rahasia dibalik kesuksesan mereka, orang-orang yang memiliki pencapaian luar biasa dalam hidup mereka. Untuk itu, kamu boleh menyelesaikan artikel ini agar kamu juga mengetahui apa sesungguhnya yang mereka, orang-orang sukses itu lakukan.


Haii, Riqi Disini.

Mengenai hal ini, saya pernah membahasnya dalam artikel pendek yang saya sebarkan melalui facebook page OrangorangProduktif dan instagram @orangorangproduktif dengan judul Mengapa OrangSukses Bisa Sukses? Atau kamu bisa ketik di kolom search page facebook tersebut dengan kata kunci “artikel ke-147".

Disana saya telah membahas bahwa mereka, orang-orang yang mencapai kesuksesan tinggi dalam karir dan kehidupan pribadi mereka adalah karena kegigihan. Mereka adalah orang-orang yang terus bertahan dibawah ketidaknyamanan dari yang namanya belajar, usaha tanpa henti dan yang terpenting adalah mereka tidak berpaling.

Namun, bukan hal ini yang ingin saya bahas pada kesempatan kali ini.

Saya ingin membahas ada sesuatu dari mereka, orang-orang sukses tersebut yang kurang mendapat perhatian dari kisah-kisah pencapaian mereka itu.

Ini adalah sesuatu yang sangat mengispirasi saya. Saya mendapati hal ini dari seorang yang bernama Jim Kwik, ia adalah seorang yang sangat fokus pada “Brain Performance” dengan program pembelajaran akselerasi untuk menstimulus otak manusia agar mencapai performa terbaiknya.

Ia mengatakan bahwa ada pola dan ritual dari orang-orang yang luar biasa ini, ia menyebutnya orang-orang jenius. Ini bukan berarti tentang IQ, melainkan melebihi dari pada IQ.

Berikut adalah pola manusia jenius yang disebutkan oleh Jim Kwik:

1. Mereka Mengetahui Identitas Mereka

Mereka, orang-orang jenius ini mengetahui dengan jelas tentang identitas mereka. Mereka     mengetahui siapa diri mereka, apa misi mereka dan peran mereka di dunia. Kemudian mereka     bekerja untuk mencapai misi mereka itu.

2. Mereka adalah pembelajar

     Selain itu, Jim juga mengatakan bahwa para jenius ini adalah pembelajar tanpa henti. Mereka tidak mencukupkan diri mereka pada apa yang telah mereka kuasai. Jika pengetahuan adalah kekuatan, maka kemauan belajar mereka adalah kekuatan super powernya.

 3.  Memiliki Perspektif

Salah satu pola yang ditemukan adalah bahwa mereka, para jenius ini memiliki perspektif yang tidak banyak dimiliki orang kebanyakan. Salah satunya adalah bagaimana mereka memandang masalah. Mereka memandang masalah sebagai peluang, mereka memandang masalah sebagai bagian dari puzzle kehidupan, ada juga mereka yang memandang masalah hanya situasi tertentu yang pasti dihadapi oleh seorang manusia bernyawa.

4. Mereka men-Dharma-kan hidup mereka pada misi mereka

Mereka, para jenius itu benar-benar memfokuskan diri mereka pada sesuatu yang sudah mereka tanamkan pada diri mereka untuk mencapainya. Mereka “mewakafkan” hidup mereka untuk misi tersebut.

Itulah pola dari mereka yang mencapai kesuksesan dalam hidup. Namun tidak sampai disitu saja. Saya akan mengajak kamu untuk satu hal menarik dari pernyataan Jim mengengai orang-orang jenius ini yaitu ritual yang mereka lakukan.

Mereka adalah seorang yang benar-benar memiliki disiplin diri. Disiplin disini bukan hanya tentang “melakukan.” Disiplin yang dimaksud juga adalah bermakna “tidak melakukan.”

Perilaku orang-orang jenius ini melakukan dan tidak melakukan. Itulah ritual mereka. Mereka memiliki “To Do List” juga memiliki “Not-To Do List.”

Salah satu ritual sukses yang harus dimiliki seseorang dan telah dimiliki oleh mereka yang sukses adalah bahwa seseorang harus memiliki daftar Not-To Do List lebih banyak dari pada To Do List.

Ini adalah rahasia mereka. Ini adalah apa yang mereka, para jenius itu praktikkan. Ini adalah ritual mereka.

Semuanya jelas dimata mereka, semuanya jelas iya dan mereka mengatakan iya untuk sesuatu yang mendekatkan pada misi mereka. Serta dengan jelas tidak untuk hal yang menjauhkan atau memperlambat menuju misi mereka.

Mereka, para pencapai kesuksesan mengetahui bahwa waktu dan perhatian mereka adalah sumber daya yang terbaik. Untuk itu sangat penting untuk mengalokasikannya pada sesuatu yang benar-benar mendekatkan diri pada misi yang ingin dicapai.

Kebanyakan orang adalah yang mengatakan “iya” untuk sesuatu yang baik dan kemudian mencukupkan diri pada hal baik tersebut. Untuk hal ini, saya ingin mengutip perkataan dari Jim Collins dari bukunya yang berjudul Good To Great. “When you say no to Good things, so you can say yes to Great things.”

Memiliki Not-To Do List adalah sesuatu yang tak bisa ditawar oleh mereka. Ya dan tidak jelas untuk mereka. Ini adalah disiplin. Ini adalah ritual.

Contoh Not-To Do List yang nyata adalah tidak membuka smartphone sesaat setelah bangun tidur di pagi hari. Kebanyakan orang melakukan hal tersebut. Apakah kamu termasuk salah satunya?

Mereka cek smartphone mereka, mereka melihat story instagram orang yang tidak mereka sukai, mereka melihat perkembangan berita dari artis yang bercerai, mereka stalking hubungan terbaru dari mantan pacar mereka. Mereka memasukkan informasi-informasi tersebut sesaat setelah bangun tidur.

Kwik mengatakan bahwa satu jam pertama sesaat seseorang bangun tidur adalah waktu dimana kondisi fikiran seseorang “highly suggestive.”

 Jika kamu ingin memenangkan hari itu, kamu harus memenangkan satu jam pertama untuk menciptakan momentum positif pada hari tersebut.

Salah satunya adalah tidak melakukan sesuatu yang dapat menguras energimu di satu jam pertama setelah kamu terjaga dari tidur.

Informasi negatif yang kamu dapatkan sesaat setelah terjaga di pagi hari akan membuat kamu memikirkan hal tersebut, kemudian dari apa yang kamu fikirkan itu akan membuat kamu merasakan perasaan yang pada hari sebelumnya telah kamu rasakan sehingga perasaan itu kembali terulang.

Kamu stalking mantan kamu yang baru saja mendapatkan hubungan baru yang mana sementara kamu masih dalam titik terendah setelah tidak lagi bersamanya. Kamu bangun tidur dan langsung stalking instagram, facebook, twitternya. Kemudian kamu mendapatkan perasaan yang sama menyakitkannya seperti pada hari-hari sebelumnya.

Kamu bisa bayangkan sendiri, bagaimana buruknya hari kamu karena pagi yang menguras energi tersebut.

Ini adalah contoh nyata dari Not-To Do List. Kamu bisa mengeksplor lebih jauh mengenai hal ini jika kamu tertarik untuk melakukannya. Kamu bisa cari ritual kedisiplinan kamu sendiri.

Mereka para jenius itu adalah seseorang yang memiliki disiplin terhadap To Do List dan Not-To Do List. Mereka juga memiliki Perspektif, hidup dalam Misi pribadi, mereka mengetahui identitas diri mereka, mereka men-dharma-kan hidup mereka untuk misi mereka serta mereka adalah pembejalar.

Itulah mereka, itulah para jenius, itulah mereka, “Most Successful Achievers.”

Saya akan menutup pembahasan yang sangat menarik ini dengan perkataan seseorang yang mengetakan:

“When Great Is An Option, Why Settle For Only Good?”

Terima kasih telah membaca tulisan ini sampai akhir. Saya harap kamu mendapatkan insight yang bermanfaat yang bisa kamu praktikkan untuk kehidupan kamu sendiri.

Saya sangat bersyukur karena telah menyelesaikan tulisan ini. Juga tulisan ini merupakan bentuk syukur saya terhadap pengetahuan yang saya dapatkan. Saya membagikan ini untuk kamu agar kita, saya dan kamu mempraktikkan pelajaran berharga ini.

Saya akan sangat senang jika kamu juga membagikan tulisan ini ke teman-teman kamu dengan klik “Share on Facebook” dan “Share on Twitter” pada kolom yang telah tersedia dibawah.

Untuk mendapatkan lebih banyak tulisan seputar Pengembagan-Diri dari OrangorangProduktif di berbagai platform, kamu bisa klik link dibawah ini.

Klik Disini

Klik Disini

Klik Disini

Saya Riqi dari OrangorangProduktif.com

Being Addicted To Self Growth.

 

Afirmasi yang Powerful? Pastikan Tiga Hal ini Ada dalam Afirmasimu

Nikola Tesla Berbicara tentang Energi, Frekuensi dan Vibrasi

Apakah kamu yakin afirmasi positif yang telah kamu sebutkan setiap hari benar-benar berdampak?

Ketika kamu menyebutkan “saya adalah magnet bagi uang” atau “saya sangat bahagia, saya menerima berbagai kebaikan yang datang pada diri saya.” Apakah hal tersebut sudah dirasa cukup?

Atau kamu melewatkan sesuatu dalam afirmasimu karena ternyata untuk menerapkan afirmasi yang powerful dibutuhkan tiga hal ini.

Kamu boleh simak penjelasannya sampai habis pada tulisan ini sebagai bentuk evaluasi diri atas afirmasi yang selama ini telah kamu lakukan.


Haii, Riqi Disini.

Saya mendapatkan pelajaran berharga tentang bagaimana agar afirmasi positif yang dilakukan bisa lebih powerful dari seseorang yang bernama Dandapani.

Saya merasa harus membagikan apa yang ia sampaikan kepada kamu agar afirmasi yang kamu lakukan memberikan dampak powerful bagi kehidupan kamu. Hal ini saya lakukan sebagai bentuk syukur saya dari pengetahuan yang telah saya dapatkan.

Karena saya dan kamu telah mengetahuinya, bersyukur adalah cara untuk mendapatkan lebih banyak kebaikan. Betul? ^_^

Kita semua telah mengetahui bahwa pikiran kita terbagi menjadi pikiran sadar dan pikiran bawah sadar. Dimana pikiran sadar adalah sesuatu dalam pikiran kita yang dengannya kita membuat keputusan dan bertindak serta berperilaku.

Sedangkan pikiran bawah sadar adalah tempat dimana memori, mindset, sifat dan cara kita memandang dunia berada padanya. Dalam hukum tarik menarik, pikiran bawah sadar memiliki peran yang sangat penting dan memberikan dampak yang sangat besar bagi kehidupan kita secara keseluruhan.

Untuk itulah, seseorang yang ingin memperbaiki kehidupannya - entah itu dalam aspek kesehatan, karir, keuangan pribadi, asmara, hubungan sosial dengan orang lain secara umum dan lain sebagainya -  mereka harus memprogram pikiran bawah sadar mereka karena disanalah pondasinya.

Pernahkah kamu mengatakan pada diri kamu sendiri “jangan lakukan itu, itu tidak baik untuk kesehatanmu.” Atau “jangan dekati perbuatan itu, itu bisa merusak nama baikmu.” Namun kamu tetap melakukannya?

Pertentangan batin tersebut adalah apa yang saya sebut dengan “Cekcok dua entitas dalam satu tubuh.”

Pikiran sadar kamu mengatakan bahwa merokok akan memberikan dampak buruk bagi kesehatan kamu, namun pikiran bawah sadar kamu sudah terprogram “tiada hari tanpa menghisap rokok.”

Pikiran sadar kamu mengatakan bahwa kamu harus melakukan olahraga setiap hari, namun pikiran bawah sadar kamu sudah terprogram “malasku lebih besar dan lebih penting dari pada hal lainnya.”

Sebenarnya ada beberapa metode yang bisa dilakukan untuk memprogram ulang pikiran bawah sadar. Seperti yang disebutkan oleh Dr. Bruce Lipton seorang ahli biologi yang terkenal karena pandangannya yang mengatakan bahwa “Belief” seseorang-lah yang mengendalikan biologi manusia daripada DNA mereka. “Belief” tempatnya di pikiran. Dirinya menyebutkan bahwa ada dua metode untuk memprogram ulang pikiran bawah sadar yaitu dengan “mindfulness” dan “rewrite the program” pikiran bawah sadar kamu.

Salah satu cara agar kamu bisa memprogram ulang pikiran bawah sadar kamu adalah dengan cara memberikan afirmasi pada pikiran kamu.

Sekarang, apakah kamu sudah memiliki tiga hal ini dalam afirmasimu?

Ketiganya adalah

    1. Pemilihan Kalimat Positif;
    2. Visualisasi yang jelas yang sesuai dengan kalimat positifmu; dan
    3. Perasaan yang selaras dengan kalimat dan visualisasimu.

Yaa, bagi kamu yang telah memberikan kalimat positif pada pikiran bawah sadar dengan mengatakan kalimat tersebut berulan-ulang dan kamu memercayai kalimat tersebut merupakan langkah yang sangat baik.

Namun, Dandapani menyebutkan bahwa hal tersebut belum cukup powerful. Kamu harus memiliki visualisasi yang jelas dan perasaan yang selaras dengan apa yang telah kamu sebutkan tersebut.

Kebanyakan orang hanya mengatakan “aku adalah magnet untuk uang, uang datang dengan mudah kepadaku” namun mereka tidak menggambarkan hal tersebut dalam benak dan tidak merasakan perasaan senang ketika memilikinya.

Kalimat saja tidak cukup. Jika saya mengatakan bahwa “Saya suka membaca.” Baik, pikiran bawah sadar bisa mengetahui dan mengindentifikasi subjeknya yaitu “saya”.

Kemudian pikiran bawah sadar juga bisa mengidentifikasi apa itu “suka” dan bagaimana perasaan suka itu dalam hati.

Namun, bagaimana dengan membaca. Pikiran bawah sadar tidak mendapatkan gambaran yang jelas perkataan saya yang menyebutkan kata “membaca.”

Jika pikiran bawah sadar adalah seseorang, dia pasti akan bertanya lebih lanjut, “kamu itu suka baca apa? Artikel-kah? Twit-kah? Atau baca status facebook orang-kah? Atau baca buku?”

Pikiran bawah sadar saya tidak bisa menangkap maksud yang hanya datang dari perkataan. Untuk itu, perlu visualisasi. Gambarkan dalam benak apa yang saya sukai.

Saya menyebutkan “saya suka membaca” bayangkan objeknya. Misalnya buku. Dengan begitu, pikiran bawah sadar akan mampu menangkap apa yang diinginkan melalui pikiran sadar saya.

Kemudian Rasakan apa yang telah kamu sebutkan dan yang telah kamu visualisasikan. 

Munculkan perasaan bahagia saat menyebutkan kalimat afirmasi dan visualisasimu. Injeksikan dalam afirmasimu perasan bahagia.

Lebih jauh lagi, bahwa sangat penting untuk menjaga perasaan bahagia, senang dan perasaan penuh syukur ketika kita menyebutkan afirmasi yang kamu lakukan.

Sebagai tambahan, sertakan perasaan bahagia seolah telah menerima apa yang telah disebutkan dalam afirmasi tersebut.

Menerima melibatkan perasaan seperti apa yang kamu rasakan ketika permintaan kamu telah terwujud. Bagaimana kamu tidak merasa senang ketika apa yang kamu inginkan telah terwujud? Tentu kamu akan merasakan kesenangan saat menerimanya, betul?

Lebih jauh lagi, Dandapani mengatakan bahwa perasaan adalah manifestasi dari energi dan disebutkan bahwa segala sesuatu yang ada di dunia ini memiliki energi kemudian energi tersebutlah lah yang memberikan getaran pada frekuensi energi lainnya.

Ketiga komponen dari afirmasi inilah yang akan menempatkan kamu pada frekuensi yang kamu inginkan.

Ketiganya inilah yang akan diterima pikiran bawah sadar sebagai program baru yang kamu tanamkan pada pikiran bawah sadar kamu.

Saya akan menutup pembahasan ini dengan perkataan yang disampaikan oleh salah seorang Penemu, Fisikawan, Teknisi Mekanika, dan Teknisi Listik berkebangsaan Serbia-Amerika Nikola Tesla tentang energi, frekuensi dan vibrasi.

“If you want to find the secrets of the universe, think in terms of energy, frequency and vibration.” 

– Nikola Tesla

Yes, semua telah saya share ke kamu. Semoga dengan apa yang telah saya sampaikan pada tulisan ini memberikan manfaat untuk kamu sehingga kamu bisa mempraktikkan afirmasi kamu dengan lebih powerful.

Jadi, sudah berapa banyak wawasan yang kamu dapatkan setelah membaca artikel ini?

Share ke teman-teman kamu yaa jika apa yang telah kamu baca ini memberikan manfaat untuk kamu. Kamu bisa klik “Share on Facebook” dan “Share on Twitter” pada kolom dibawah. Saya akan sangat senang sekali jika kamu mendapat manfaat dari apa yang saya sajikan ini.

Serta saya juga akan sangat senang jika kamu mau berbagi pandangan kamu mengenai hal ini di kolom komentar.

Jika kamu suka dengan artikel seputar pengembangan diri dari OrangorangProduktif.com kamu boleh bookmark alamat websitenya, juga kamu bisa mendapatkan pengetahuan seputar pengembangan diri dari OrangorangProduktif di platform lain seperti Facebook dan Instagram.

Kamu bisa klik link dibawah ini untuk mendapatkan berbagai wawasan mengenai pengembangan diri dari OrangorangProduktif.

Klik Disini

Klik Disini

Klik Disini

Saya Riqi dari OrangorangProduktif.com

Being Addicted To Self Growth.

Apa yang Menginspirasimu?

 

Kamu Boleh Jawab Pertanyaan ini Dalam Hati ^_^

Tentu kamu sudah memahami apa itu inspirasi, betul?

Saya yakin kamu juga pernah merasakan sensasi tertentu ketika kamu merasa terinspirasi, iya?

Sensasi tersebut membuat kamu merasa bersemangat untuk melakukan suatu tindakan, benar?

Untuk itu, Kamu harus selesaikan baca artikel ini untuk dapatkan wawasan yang menarik terkait inspirasi ini. ^_^


Haii, Riqi Disini.

Saat ini Kamu sedang mengunjungi OrangorangProduktif.com , dimana sekarang Kamu adalah Tamu Saya yang sangat berharga, karena dari sekian banyak “rumah” yang ada di “awan internet” ini, kamu memilih untuk mengunjungi “rumah saya.” Untuk itu, saya ucapkan terima kasih karena sudah mampir ke dalam “rumah pikiran” saya.

Secara umum, orang-orang telah mendapatkan banyak inspirasi dari berbagai media informasi yang kita terima dengan mata dan telinga kita. Kemudian informasi inspiratif tersebut sampai pada fikiran dan hati kita yang lalu menghantarkan kita pada suatu sensasi yang biasa kita namakan dengan motivasi.

Kita mendapatkan inspirasi dari ceramah dan pidato orang yang kita kagumi. Inspirasi juga bisa muncul dari kisah sukses seseorang. Bisa juga kita dapatkan karena kegigihan seseorang untuk mengejar mimpinya walau banyak halangan yang membentang.

Kita mendapatkan inspirasi dari bacaan seperti buku yang secara khusus membahas mengenai biografi seseorang atau dari artikel yang membahas kisah-kisah inspiratif. Tempat tertentu juga bisa memberikan inspirasi pada seseorang. Tempat ini bisa jadi adalah tempat yang bersejarah atau suatu lokasi dimana suatu kejadian besar terjadi.

Namun, ada satu permasalahan yang muncul disini. Saya akan tanyakan kepada kamu dan kamu boleh menjawab pertanyaan ini dalam hati.

“Untuk hal yang menginspirasimu, berapa lama inspirasi itu bertahan dalam hatimu?”

Banyak orang setelah mendapatkan inspirasi dan karenanya mereka termotivasi untuk melakukan suatu hal. Namun, apa yang terjadi? Inspirasi itu hanya bertahan beberapa hari saja.

Ada beberapa diantara mereka yang merasa termotovasi dalam waktu seminggubahkan ada yang lebih parah lagi. Inspirasi itu hanya bertahan beberapa saat saja setelah mereka mendapatkannya.

Saya yakin, saya dan kamu pernah merasakan hal yang seperti ini, betul? Dan saya rasa hal tersebut adalah sesuatu yang normal.

Izinkan saya bertanya satu pertanyaan lagi untuk kamu,

“Untuk inspirasi yang telah kamu dapatkan, apakah ada inspirasi tersebut yang merubah perilakumu?”

Para pembaca bisa menjawab pertanyaan ini didalam hati sebelum melanjutkan membaca.

Jika kamu telah mendapati suatu inspirasi kemudian membuat kamu merasa ingin melakukan tindakan karena inspirasi tersebut. Itu adalah suatu hal yang sangat bagus. Kerena bagaimana pun motivasi memembara di hati kamu, namun hal tersebut tidak diubah menjadi tindakan nyata maka inspirasi tersebut hanya menjadi kesia-siaan belaka.

Sekali lagi, adakah dari inspirasi tersebut yang merubah perilaku Kamu? Dengan kata lain, adakah dari inspirasi itu yang membuat Kita melakukan sesuatu yang berbeda?

Saya akan mengajak Kamu untuk membahas suatu hal yang berkaitan erat dengan inspirasi ini.

Pernahkan Kamu terfikirkan tentang perbedaan antara Motivasi dan Antusiasme? Secara umum Kamu mungkin akan sulit untuk membedakannya keduanya, betul?

Untuk menjawab pertanyaan ini, Kamu bisa menggunakan “rasa” sebagai salah satu cara untuk membuat perbedaan diantara keduanya.

Kapan Kamu termotivasi dan kapan Kita antusias terhadap sesuatu?

Alan Price dalam bukunya “Ready To Lead?” telah membahas perbedaan diantara keduanya. Disebutkan bahwa ketika kita termotivasi kita seperti terdorong untuk mencapai atau melakukan sesuatu. Dorongan untuk melakukan sesuatu inilah yang disebut dengan motivasi. Ini seperti perasaan terdorong untuk melakukan suatu tindakan.

Bayangkan, kamu sedang menonton suatu penjelasan tentang alasan kenapa seseorang harus merapihkan tempat tidurnya sesaat setelah ia bangun tidur. Setelah mendengar alasan-alasan dibalik semua itu, kamu merasa “ya, saya akan melakukannya esok sesaat setelah saya bangun tidur” kamu merasakan adanya dorongan untuk merapihkan tempat tidur kamu, kamu merasa terdorong untuk melakukannya. Itulah Motivasi.

Sangat akal bukan, mengingat begitu banyak motivator yang memberikan motivasi berupa kalimat-kalimat mereka yang secara sadar atau tidak itu adalah bentuk dorongan pada kita yang mendengar atau membacanya. Sensasi seperti ini seperti adanya kebulatan tekad yang menggerakkan kita untuk maju.

Lantas bagaimana dengan antusias?

Alan Price menyebutkan bahwa sensasi antusiasme itu muncul ketika kita tersedot atau merasa tertarik ke dalam aktivitas tersebut.

Sesaat setelah kamu mengambil aksi merapihkan tempat tidur sesaat setelah bangun, kamu merasakan ada sesuatu yang berbeda pada diri kamu sehingga kamu merasa “saya harus melakukannya lagi, lagi dan lagi.” Itulah saat dimana kamu tersedot atau tertarik ke dalam aktivitas yang kamu lakukan. Itulah saat dimana kamu merasakan antusias.

Perasaan lain ketika Kamu merasakan antusiasme pada suatu pekerjaan adalah ketika Kamu melakukan pekerjaan tersebut Kamu dibuat seolah dilupakan dengan hal lain. Kamu merasa asyik melakukannya.

Hal ini begitu sering terjadi pada saya saat saya membuat artikel untuk Blog OrangorangProduktif.com , saya merasa tersedot kedalam aktivitas menulis ini. Tanpa terasa, saya telah mengetik lebih dari 1000 kata dan tanpa terasa ternyata saya sudah menghabiskan waktu sekian jam untuk menulis. Saya tersedot ke dalam aktivitas menulis ini dan saya merasa asyik melakukannya.

Jadi, perbedaan antara Motivasi dan Antusiasme adalah pada Mendorong versus Menarik.

Keduanya dibutuhkan dalam kehidupan sehari-hari. Terlebih bagi para pemimpin. Mereka, para pemimpin dalam konteks apapun, harus memiliki kemampuan untuk mendorong/memotivasi karena dengan dorongan tersebutlah mereka bisa memberikan hasil dan mengesankan orang lain. Juga, antusiasme juga yang memengaruhi orang lain sehingga mereka meraih hasil.

Untuk kebutuhan menginspirasi diri sendiri keduanya juga dibutuhkan. Untuk melakukan suatu pekerjaan atau proyek pribadimu, kamu harus merasa termotivasi terlebih dahulu sebelum kamu tenggelam antusias dengan pekerjaan atau proyek tersebut.

Saya ingin memberikan sedikit informasi tambahan mengenai kata Inspirasi ini. Inspirasi kata latinnya adalah Inspirare. Secara tersurat berarti menghembuskan napas kehidupan. Jadi pertanyaan apa yang menginspirasi Kamu? Sama saja dengan bertanya “Napas apa yang memberikan kehidupan dalam diri Kamu?”

Bukankah itu gambaran yang sangat indah?

Kamu telah mengetahui apa itu inspirasi kemudian dari inspirasi itu muncul motivasi dan antusiasme. Serta kamu juga telah mengetahui perbedaan antara motivasi dan antusiame. Pertanyaan terakhir saya kepada kamu adalah

“Apa yang Menginspirasi Kamu?” ^_^

Yes, saya telah menyampaikan semuanya kepada kamu terkait wawasan inspirasi ini. Saya bersyukur karena telah menyelesaikan artikel ini dan saya berterima kasih kepada Kamu yang telah meluangkan waktu untuk membaca artikel ini.

 

Jadi, sudah berapa banyak wawasan yang kamu dapatkan setelah membaca artikel ini?

Share ke teman-teman kamu yaa jika apa yang telah kamu baca ini memberikan manfaat untuk kamu. Kamu bisa klik “Share on Facebook” dan “Share on Twitter” pada kolom dibawah. Saya akan sangat senang sekali jika kamu mendapat manfaat dari apa yang saya sajikan ini.

Serta saya juga akan sangat senang jika kamu mau berbagi pandangan kamu mengenai hal ini di kolom komentar.

Jika kamu suka dengan artikel seputar pengembangan diri dari OrangorangProduktif.com kamu boleh bookmark alamat websitenya, juga kamu bisa mendapatkan pengetahuan seputar pengembangan diri dari OrangorangProduktif di platform lain seperti Facebook dan Instagram.

Kamu bisa klik link dibawah ini untuk mendapatkan berbagai wawasan mengenai pengembangan diri dari OrangorangProduktif.

Klik Disini

Klik Disini

Klik Disini

Saya Riqi dari OrangorangProduktif.com

Being Addicted To Self Growth.

Bayangkan Bagaimana Rasanya Kamu Ketika Didengarkan Oleh Orang Lain Dengan Seksama

 

Setuju? ^_^

Saya yakin setiap orang pasti menginginkan untuk dimengerti, didukung, diakui keberadaannya serta dihargai. Saya sangat yakin bahwa Saya dan Kamu akan sangat ingin berada dengan orang seperti itu, benar?

Siapa sih yang gamau punya seseorang yang dengan tulus mengakui keberadaan Kita? Kamu mau kan? Saya sangat mau.

Apakah kamu mau memiliki hubungan dengan rekan kerja, patner bisnis, atasan, teman, dan pasangan yang seperti itu? Saya mau sekali, apakah Kamu mau?

Untuk itu, Kamu harus lanjutkan baca tulisan ini sampai akhir, sebab saya ingin mengajak kamu membahas lebih jauh mengenai hal tersebut.


Haii, Riqi Disini.

Saat ini Kamu sedang mengunjungi OrangorangProduktif, dimana sekarang Kamu adalah Tamu Saya yang sangat berharga, karena dari sekian banyak “rumah” yang ada di “awan internet” ini, kamu memilih untuk mengunjungi “rumah saya.” Untuk itu, saya ucapkan terima kasih karena sudah mampir ke dalam “rumah fikiran” saya.

Bayangkan, kamu memiliki pertemanan, atasan, rekan kerja, pasangan hidup yang dengan tulus mengakui keberadaan kamu. Mereka menghargai kamu dan mendukung serta mengerti kamu. Pasti akan sangat menyenangkan memiliki semua itu. Stephen R. Covey dalam bukunya yang berjudul The Seven Habits Of Highly Effective People  menyebutkan bahwa ini semua adalah Udara Psikologis.

Ia menganalogikan udara psikologis ini dengan udara yang kita hirup. Tentu kita sangat membutuhkannya, betul? Udara yang kita hirup untuk menunjang kehidupan kita dan sekaligus sebagai pondasi kehidupan mahluk hidup.

Begitu pentingnya udara psikologis menurut Stephen Covey ini sehingga ia mengalanogikan pentingnya udara yang kita hirup dengan kebutuhan akan penghargaan dari orang lain ini.

*Saya akan menggunakan istilah udara psikologis untuk merangkum perasaan ingin dimengerti, didukung, diakui keberadaannya serta dihargai.*

Untuk mendapatkan sesuatu, kita harus memberi terlebih dahulu, betul? Ini adalah kaidah penting yang berlaku secara umum dalam setiap aspek kehidupan. Untuk mendapatkan senyuman, peluangnya akan lebih besar jika kita memberikan senyuman terlebih dahulu, setuju?

Untuk mendapatkan sapaan hangat, peluangnya akan lebih besar jika kita yang memulainya, setuju?

“Tangan diatas lebih baik dari pada tangan dibawah”

Adalah ungkapan yang bisa kita gunakan juga ketika kita berharap akan mendapatkan udara psikologis dari orang lain. Kita bisa saja mendapatkan senyuman dan sapaan hangat terlebih dahulu dari orang lain. Tapi, disini saya ingin mengajak kamu agar kamu menjadi seseorang yang dengan tulus untuk “menjadi dan memulai” bukan serta merta “menerima tanpa memulai.”

Sebelumnya, saya ingin membahas mengenai empat bentuk komunikasi yang sudah sangat familiar yaitu bentuk komunikasi dengan menulis, bentuk komunikasi dengan membaca, berbicara serta mendengarkan. Inilah empat bentuk komunikasi kita sehari-hari.

Coba tebak, dari keempat bentuk komunikasi ini, mana yang paling sering diajarkan? Diantara kamu ada yang menjawab menulis, ada yang menjawab membaca, ada diatara kamu yang menjawab berbicara. Yes, semua itu memang benar adanya. Namun, apakah kamu pernah mengetahui pelajaran yang secara khusus mengajarkan tentang mendengarkan? Saya rasa tidak. Jika ada, mungkin tidak banyak yang melakukannya.

Apakah kamu tahu bahwa mendengarkan adalah skill yang sangat penting dalam hubungan antar manusia?

Mendengarkan adalah skill yang sangat penting agar kita bisa memahami orang lain. Mendengarkan adalah skill yang sangat penting agar kita bisa memberikan nasihat yang tepat bagi orang lain. Namun sayang kebanyakan dari kita mengabaikan skill yang satu ini, sehinga kebanyakan dari kita adalah “Mendengarkan untuk Menjawab, bukan untuk mengerti.” Inilah yang akan kita bahas.

Sekarang kembali ke pembahasan.

Setiap orang akan senang duduk bersama dengan orang yang memiliki kerelaan untuk duduk bersama mereka dan memahami mereka. Memahami orang lain bisa dilakukan dengan istilah yang dipopulerkan oleh Stephen Covey yaitu “Mendengarkan Secara Empatik.”

Apa itu Mendengarkan Secara Empatik? Mendengarkan Secara Empatik adalah mendengarkan dengan maksud untuk mengerti. Ini adalah apa yang saya sebut dengan “tangan diatas lebih baik daripada tangan dibawah.” Untuk mendapatkan udara psikologis, untuk menerima pengertian dari orang lain, terlebih dahulu yang harus dilakukan adalah mengerti terlebih dahulu.

Bagi sebagian orang, hal ini terasa berat. Karena mereka sudah terbiasa dengan “berusaha untuk membuat orang lain mengerti dirinya terlebih dahulu.” Ini membutuhkan pergeseran sudut pandang pribadi yang mendalam, dan terkadang menyakitkan bagi sebagian orang untuk mengubah sudut pandangnya.

Ketika mendengarkan, orang-orang terbiasa menyaring segala sesuatu melalui sudut pandangnya sendiri, mereka menjawab pernyataan (bukan pertanyaan) orang lain berdasarkan autobiografi mereka kedalam kehidupan orang lain.

“oke, saya tahu persis apa yang kamu rasakan.”

“Sebentar, saya juga pernah berada di posisi kamu.”

Terlebih ada yang lebih buruk lagi perkataannya.

“Apa yang kamu rasakan itu tidak lebih buruk dari apa yang saya rasakan, coba bayangkan, saya dulu......”

Mereka melakukan sesuatu yang belakagan populer dengan istilah “adu nasib.” Sungguh buruk sekali respon seperti itu.

Mendengarkan Secara Empatik lebih dari sekedar mendengarkan kata-kata dan kalimat yang terlontar. Mendengarkan secara empatik artinya memahami orang lain dari suaranya (tinggi rendah nada suara dan penekanan) serta bahasa tubuh lawab bicara kita.

Hal ini juga dikonfirmasi oleh para Ahli Komunikasi, mereka mengatakan bahwa hanya 10 persen komunikasi yang diwakili oleh kata-kata. 30 persen lainnya diwakili oleh suara dan selebihnya (60) persen komunikasi diwakili oleh bahasa tubuh.

Esensi dari mendengarkan secara empatik adalah memahami. Memahami manusia sebagai keutuhan dirinya sebagai mahluk yang memiliki perasaan. Dalam mendengarkan secara empatik, Kamu mendengarkan dengan telinga tetapi yang terpenting dari semua itu adalah mendengarkan dengan mata dan hati Kamu.

Mendengarkan Secara Empatik sangat berguna karena memberi Kamu data yang sangat akurat yang nantinya bisa Kamu tindaklanjuti. Bukannya memproyeksikan autobiografi Kamu sendiri dan mengasumsikan pikiran, perasaan, motivasi serta interpretasi kamu sendiri. Dengan Mendengarkan Secara Empatik, Kamu akan masuk ke dalam sudut pandang lawan bicara kamu.

Kamu akan bisa memberikan masukan yang akurat untuk mereka. Ingat, resep yang baik hanya akan didapat dengan diagnosis yang tepat. Diagnosis yang tepat adalah dengan melakukan yang namanya memahami penyakit tersebut. Begitu juga dengan memberikan masukan yang baik, kamu harus memahami lawan bicara kamu. Dengan begitu, kamu akan memberikan masukan yang tepat kepadanya. Juga, kamu akan memberikan udara psikologis kepada mereka. Serta setelah memberi udara psikologis, kamu akan mendapatkannya juga. Walau bukan melalui orang yang sama.

Saya ingin menutup pembahasan ini dengan perkataan dari Stephen R. Covey yang sangat berharga.

“Kalau diminta meringkas dalam satu kalimat untuk satu prinsip terpenting yang pernah saya pelajari dalam bidang hubungan antarpribadi, itu adalah: Berusaha mengerti terlebih dahulu, baru dimengerti. Ini adalah prinsip kunci menuju hubungan antar pribadi yang sangat efektif.”

Berikutnya saya akan membahas lebih jauh mengenai bagaimana cara melatih diri kita agar memiliki kemampuan Mendengarkan Secara Empatik ini.

Sudah berapa banyak wawasan yang kamu dapatkan setelah membaca artikel ini?

Share ke teman-teman kamu yaa jika apa yang telah kamu baca ini memberikan manfaat untuk kamu. Kamu bisa klik “Share on Facebook” dan “Share on Twitter” pada kolom dibawah. Saya akan sangat senang sekali jika kamu mendapat manfaat dari apa yang saya sajikan ini.

Serta saya juga akan sangat senang jika kamu mau berbagi pandangan kamu mengenai hal ini di kolom komentar.

Jika kamu suka dengan artikel seputar pengembangan diri dari OrangorangProduktif.com , kamu juga bisa mendapatkannya di platform lain seperti Facebook dan Instagram.

Kamu bisa klik link dibawah ini untuk mendapatkan berbagai wawasan mengenai pengembangan diri dari OrangorangProduktif.

 Klik Disini

 Klik Disini

 Klik Disini

Saya bersyukur karena telah menyelesaikan artikel ini dan saya berterima kasih kepada kamu karena telah membaca artikel ini sampai dengan selesai.

Saya Riqi dari OrangorangProduktif.com

Being Addicted To Self Growth.

Jangan FOKUS Pada GOAL-mu, Fokuslah Pada Ini!!!

 

Sumber Gambar Utama: reggierivers.com
        

Kamu pasti memiliki tujuan tertentu dalam hidup kamu, bukan?

Kamu sudah membayangkan diri kamu menjadi sesuatu yang membanggakan untuk diri kamu sendiri atau keluarga kamu, betul?

Ada sesuatu yang ingin kamu capai dalam hidup kamu yang membuat kamu terpacu untuk mengejarnya, benar?

Untuk itu, kamu harus menyelesaikan membaca artikel ini karena saya ingin menunjukkan alasan kenapa kamu tidak perlu fokus pada goal kamu.


Haii, Riqi Disini.

Kamu sedang mengunjungi OrangorangProduktif, dimana sekarang kamu adalah tamu saya yang sangat berharga, karena dari sekian banyak “rumah” yang ada di “awan internet” ini, kamu memilih untuk mengunjungi “rumah saya.” Untuk itu, saya ucapkan terima kasih karena sudah mampir ke dalam “rumah” saya.

Sebagai seorang yang juga memiliki goal yang ingin saya capai dalam hidup saya, kalimat ini sangat membuat saya penasaran. Pasalnya, bukankah kita sudah sangat mengenal kalimat yang mengatakan:

“untuk mencapai apa yang kita inginkan/goal yang ingin dicapai dalam hidup, kita harus memfokuskan diri pada goal tersebut.”

Masuk akal bukan?

Gagasan yang saya baca yang mengatakan bahwa kita tidak perlu berfokus pada goal kita adalah sesuatu yang sangat mengusik hati saya, sehingga saya pun penasaran, kenapa ada yang beraninya mengatakan hal yang berkebalkan dengan pernyataan umum tersebut.

Saya mengira ini hanyalah sebuah gagasan kosong yang hanya bertujuan untuk menarik perhahatian audience untuk klik dan mulai mendalami apa yang ingin disampaikan tersebut. Namun, setelah mengetahui alasan dibalik gagasan tersebut, saya pun setuju dengan apa yang dikatakan mengenai gagasan itu.

Ialah Reggie Rivers yang menyebutkan bahwa kita tidak perlu memfokuskan diri kita pada “Goal.”

Reggie menyebukan bahwa goal adalah sesuatu yang tidak bisa kita kontrol. Goal yang telah seseorang tetapkan kebanyakan memerlukan partisipasi orang lain (entah partisipasi langsung maupun partisipasi tidak langsung) agar goal tersebut bisa terwujud dan partisipasi orang lain tidak bisa kita kontrol.

Inilah yang membuat saya setuju dengan Reggie, bahwa kita seharusnya berfokus pada sesuatu yang bisa kita kontrol.

Gagasan serupa juga saya dapatkan dari Stephen R. Covey, dalam bukunya yang berjudul The Seven Habits of Highly Effective People, dalam salah satu bab disebutkan bahwa setiap orang harus memperbesar lingkangan pengaruh, bukan lingkaran kepedulian.

Lingkaran pengaruh adalah sesuatu yang bisa kita kontrol. Kita bisa mengontrol perilaku kita, kita bisa mengontrol fikiran kita. Secara umum Konsep memperbesar pengaruh yang disebutkan oleh Stephen R. Covey ini berarti melakukan perbaikan dari dalam diri sendiri serta tidak menyalahkan orang lain atau keadaan yang tidak dapat kita kontrol.

Sebaliknya kita harus memperkecil lingkaran kepedulian. Memperkecil Kepedulian artinya melepas fokus dan kepedulian kita pada apa yang tidak dapat kita kendalikan.

Jika kita kaitkan dengan gagasan yang disebutkan oleh Reggie, lingkaran pengaruh tersebut adalah perilaku kita dan lingkaran kepedulian itu adalah goal itu sendiri.

Benar adanya setiap orang harus memiliki goal dalam hidupnya  sehingga dengan goal tersebut, saya dan kamu memiliki gairah dalam hidup.

Namun, apakah goal yang telah kita “set” itu merupakan sesuatu yang bisa kita kontrol?

Sebagai contoh sederhana, saya akan memberikan contohnya kepada kamu:

Saya memiliki goal untuk OrangorangProduktif ini sebagai salah satu majalah online Self-Improvement terkemuka di Indonesia. Apakah saya bisa mengontrol hal tersebut?

Kamu memiliki keinginan untuk mendapatkan nilai A pada salah satu mata kuliah. Apakah semua itu berada dalam lingkaran pengaruhmu?

Atau kamu memiliki cita-cita untuk berprofesi di bidang tertentu sebagai goal kamu. Apakah kamu bisa mengontrol hal tersebut?

Jawaban dari ketiganya adalah tidak. Kita tidak bisa mengontrol hal tersebut. Saya tidak bisa menjadikan OrangorangProduktif ini sebagai salah satu Majalah Online Self-Improvment terkemuka di Indonesia tanpa partisipasi dari para pengunjungnya. Hal yang bisa saya lakukan adalah membuat bagaimana laman OrangorangProduktif dikunjungi dan berusaha memberikan informasi seputar Pengembangan Diri yang relatable dan memberikan informasi yang bermanfaat bagi para pembacanya (saya harap kamu mendapatkan wawasan yang bermanfaat ketika mengunjungi laman ini).

Kamu tidak bisa mendapatkan nilai A, tanpa partisipasi orang lain. Tidak menutup kemungkinan bahwa yang melakukan koreksi atas ujuanmu tidak keliru ketika memeriksa jawabanmu. Tidak ada jaminan bahwa sepanjang semester tersebut kamu memiliki hubungan yang baik terus dengan pengampu mata kuliah tersebut. Dan masih banyak lagi.

Tidak ada jaminan bahwa goal kita untuk bekerja pada profesi tertentu bisa kita capai dengan tangan kita sendiri. Semua memerlukan partisipasi orang lain didalamnya, entah langsung maupun tidak langsung.

Goal, memerlukan partisipasi orang lain. Inilah masalahnya, kita tidak bisa mengontrol perilaku orang lain.

Lantas, jika tidak berfokus pada goal, apa yang harus dilakukan?

Setiap orang tidak bisa mengontrol harapannya dan keinginannya. Yang bisa kita kontrol adalah tindakan kita hari ini yang bisa bisa mendekatkan kita pada goal tersebut.

Jadi kamu bisa tanyakan pada diri sendiri,

“Apa yang bisa saya lakukan hari ini dan besok agar saya bisa lebih dekat pada goal saya?”

Itulah yang Reggie Rivers menyebutkan bahwa kita harus berfokus pada behavior. Inilah yang akan mendekatkan kita pada goal kita.

Hanya kamu yang bisa melakukan perilaku kamu. Kamu tidak membutuhkan guru, audience, tetangga, penjaga sekolah atau siapapun untuk perilaku kita. Semuanya ada dalam lingkaran pengaruh kamu.

Point terpenting yang ingin disampaikan oleh Reggie Rivers adalah bahwa daripada memfokuskan diri pada goal yang mana goal tersebut masih dalam bentuk angan-angan dan keinginan pribadi, lebih baik memfokuskan diri pada usaha untuk mencapainya. Usaha terdekat yang bisa dilakukan adalah action pada hari ini, besok atau dalam minggu ini.

Behavior yang disebutkan Reggie Rivers bersifat jangka pendek. Reggie mengatakan “saya hanya bisa mengontrol perilaku saya seminggu kedepan.

“apa yang bisa saya lakukan hari ini untuk mendekatkan saya pada goal saya?”

“apa yang bisa saya lakukan besok untuk mendekatkan saya pada goal saya?”

“apa yang bisa saya lakukan dalam minggu ini untuk mendekatkan saya pada goal saya?”

Itu versi Reggie, kamu bisa menyesuaikan Perilaku yang bisa kamu kontrol ini sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan diri kamu sendiri.

Sebagai tambahan dari apa yang disampaikan oleh Reggie mengenai gagasannya ini, saya ingin menambahkan bahwa ini adalah tentang pencapaian-pencapaian kecil.

Maksud saya adalah bahwa tindakan jangka pendek yang kita lakukan untuk mencapai goal (Behavior) memiliki implikasi yang sangat mendalam secara psikologis.

Pencapaian-pencapaian jangka pendek tersebut merupakan sesuatu yang sangat berharga yang merupakan modal bagi diri kita sendiri untuk lebih percaya pada diri sendiri.

Kamu bisa mengatakan “aku sudah melakukan ini, aku telah menyelesakan ini, aku bersyukur karenanya karena aku sudah lebih dekat dengan goalku.”

“sedikit lagi, sedikit lagi, sedikit lagi!!!!”

Atau kalimat afirmasi positif lainnya yang bisa kamu jadikan modal untuk menyemangati diri sendiri.

Pencapaian ini adalah modal. Modal yang sangat berharga karena ada perasaan puas yang kita rasakan setelah berhasil dengan pencapaian kecil ini.

Sebagai penutup bahasan, saya ingin menyampaikan apa yang dikatakan oleh Reggie

 

“Do not worry about The Goal, do not worry about anything that outside of your control.”

 

Yes, semua telah saya kemukakan pada tulisan diatas, saya yakin kamu telah mendapatkan wawasan mengenai hal ini.

Share ke teman-teman kamu jika apa yang telah kamu baca ini memberikan manfaat untuk kamu.

Serta saya juga akan sangat senang jika kamu mau berbagi pandangan kamu mengenai hal ini di kolom komentar.

Jika kamu suka dengan artikel seputar pengembangan diri dari OrangorangProduktif.com , kamu juga bisa mendapatkannya di platform lain seperti Facebook dan Instagram.

Kamu bisa klik link dibawah ini untuk mendapatkan berbagai wawasan mengenai pengembangan diri dari OrangorangProduktif.

Klik Disini

Klik Disini

Klik Disini

Saya bersyukur karena telah menyelesaikan artikel ini dan saya berterima kasih kepada kamu karena telah membaca artikel ini.

Saya Riqi, dari OrangorangProduktif. Being Addicted To Self Growth.

Inilah 8 Langkah Melakukan Visualisasi Agar Keinginan Kamu Bisa Terwujud


 

Haii, Riqi Disini.

Beberapa hari terakhir ini saya sering menonton Channel TEDx di Youtube.

Dan ternyata banyak banget yang bahas tentang pentingnya visualisasi untuk mendapatkan apa yang kita inginkan dalam hidup.

Setidaknya ada lima judul yang dibahas oleh lima orang yang berbeda yang secara khusus membahas mengenai hal ini, saya sudah mencatat judul videonya. Kamu bisa cek satu per satu di Youtube. Oke ^_^

  1. The Power of Visualization – Ashanti Johnson
  2. How To Visualisation Can Change Your Life – Ana Isabel Bacallado
  3. How To Visualised My Dream Into Reality – Maria Rahajeng
  4. Achieve Your Dreams Through Visualization – Pete Canalichio
  5. Vision = Victory: How Visualization Can Help You Reach Your Goals – LaToya Rene Robertson

Dan masih ada banyak orang-orang diluar sana yang membahas mengenai visualisasi.

Hal ini membuat saya bertanya pada diri saya sendiri,

“hmm apakah saya sudah memaksimalkan kemampuan visualisasi saya untuk mencapai tujuan hidup saya?”

Kemudian saya mencari referensi yang banyak membahas mengenai visualisasi tujuan/keinginan. Ternyata banyak buku yang membahas hal ini.

Disebutkan juga kenapa visualisasi ini begitu penting dan memberikan dampak yang besar bagi pencapaian tujuan dan apa yang kita inginkan dalam hidup adalah karena ketika kamu menciptakan gambar-gambar dalam benak yang memperlihatkan diri kamu memiliki apa yang kamu inginkan, kamu akan menghasilkan pikiran dan perasaan memilikinya saat ini juga.

Dan ternyata sebenarnya visualisasi ini adalah pikiran yang terfokus sangat kuat pada gambar-gambar, dan ini menyebabkan timbulya perasaan yang sama kuat.

Jika kamu yang sudah memahami hukun Law of Attraction, juga disebutkan bahwa ketika kamu sedang melakukan visualisasi hukum tersebut akan menerima sinyal yang kuat itu dan mengembalikan gambar-gambar itu kepada Kamu, sama seperti apa yang ada didalam benak kamu.

Ternyata memang visulaisasi benar-benar memberikan daya yang luar biasa. Dan semua itu berada di fikiran kita.

Saya mendapatkan tips cara bagaimana agar visualisasi yang kita lakukan bekerja dan memberikan daya pada tujuan/keinginannya kita.

Saya ingin membagikannya ke kamu. Mau?

Kalau mau, kamu bisa lanjutkan baca tulisan ini ya. Saya akan senang sekali jika kamu share ke teman kamu jika kamu mendapatkan manfaat dari apa yang saya bagikan ini. ^_^

Saya tidak akan berlama-lama lagi dan akan segera membagikan tips ini kepada kamu. Setelah membaca tips yang saya bagikan disini, namun masih ada sesuatu yang masih belum bisa kamu pahami kita bisa diskusikan hal ini di kolom komentar. Okey.

    1. Tentukan apa yang benar-benar kamu inginkan pada diri kamu pada aspek kehidupan spesifik atau kita kamu menginginkan sesuatu tentukan barang tersebut;
    2. Setelah menentukan ingin menjadi seperti apa kamu (entah itu dalam karir, sebagai pasangan, bisnis) atau setelah kamu menentukan barang spesifik yang kamu inginkan, kamu bisa langsung membayangkan gambaran-gambaran tersebut muncul di dalam benak kamu.
    3. Setelah gambaran itu muncul, kamu juga harus merasakan perasaan senang saat memiliki yang kamu bayangkan tersebut. Memvisualisasikan dan merasakan perasaan memilikinya ini adalah hal yang sangat krusial karena disinilah hukum Law of Attraction bekerja. Kamu akan memancarkan gambaran tersebut dengan visualisasi dan perasaan tersebut.
    4. Pastikan perasaan yang muncul pada saat memvisualisasikan keinginan kamu adalah perasaan bahagia, semangat, senang dan selaras (selaras merasakan kenikmatan mendapatkan apa yang kamu inginkan)
    5. Jangan fikirkan bagimana cara mendapatkanya, ini sangat penting. Ketika kamu berfikir bagaimana cara mendapatkannya bersamaan dengan kamu melakukan visualisasi, maka ada beberapa hal yang terdampak. Pertama adalah perasaan kamu akan menjadi ragu karena kamu bertanya-tanya mungkin tidaknya kamu bisa mencapai apa yang kamu visualisasikan. Kamu akan mulai menjadi pesimis dan kehilangan gairah. Kedua Proses visualisasi ini adalah bagian otak kanan yang bekerja, jangan di kritisi terlebih dahulu. Biarkan otak kanan kamu bekerja dengan maksimal. Sedangkan cara dan langkah-langkah adanya di otak kiri. Fungsikanlah otak kita pada waktunya masing-masing. Menggunakan kedua belah otak secara bersamaan dalam visualisasi akan mengurangi perasaan baiknya.
    6. Ciptakan vusualisasi yang bergerak dalam benak kamu dan rasakan dengan indera kamu. Jika kamu menginginkan mobil, rasakan kamu sedang di kursi pengemudi yang sedang memegang stir mobil tersebut dengan kedua tangan kamu. Gerakkan tangan kamu ke kanan dan ke kiri selayaknya para pengemudi. Bukan hanya gambar-gambar seperti gambar 2 dimensi yang tak dapat dirasakan.
    7. Napoleon Hill dalam bukunya yang berjudul Thing And Grow Rich disebutkan bahwa kita bisa memasukkan keinginan kita ke fikiran bawah sadar dengan melakukan autosugesti. Caranya adalah dengan mengulang-ulang kalimat dari sesuatu yang kita inginkan. Dalam pembahasan ini, kita bisa mengulang-ulang visualisasi dan perasaan memiliki tersebut hingga keinginan kita terprogram dalam fikiran bawah sadar kita. Cari waktu terbaik untuk melakukan visualisasi ini dan lakukan setiap hari.
    8. Terkait dengan mengulang-ulang visualisasi setiap hari ini, Dr. Joe Vitale dalam buku The Secret mengatakan bahwa “kamu ingin melakukannya setiap hari, tetapi ini tidak boleh menjadi beban. Yang sesungguh-sungguh penting bagi visualisasi ini adalah merasa baik atau senang. Kamu ingin merasa disemangati seluruh proses ini. Kamu ingin merasa bersemangat, bahagia, dan selaras.”

Itulah delapan tips yang telah saya rangkum dari berbagai referensi yang membahas mengenai visualisasi ini. Beruntungnya, kamu cukup melakukan apa yang telah dirangkumkan diatas.

Satu hal yang harus kamu ketahui adalah bahwa setiap orang mempunyai daya untuk melakukan visualisasi. Hanya saja mungkin beberapa diantaranya tidak menjadikan daya yang dibekalkan oleh Yang Maha Kuasa ini sebagai alat untuk meraih apa yang kita inginkan. Buktinya, jika kamu bisa melihat gambaran-gambaran apa pun didalam fikiran kamu ketika kamu menutup mata, kamu sudah melakukan visualisasi.

Sebelum kamu praktikkan 8 langkah diatas, ada baiknya kamu pelajari dulu apa yang membuat afirmasi dan visualisasi seseorang tidak bekerja. Klik link dibawah ini agar kamu mendapatkan wawasannya.

Inilah Alasan Kepana Law of Attraction Tidak Bekerja Pada Kamu

Gimana? sudah berapa banyak wawasan yang kamu dapatkan dari tulisan ini?

Share ke teman-teman kamu ya agar kita semua bisa memanfaatkan kekuatan penuh daya yang dibekalkan oleh Yang Maha Kuasa ini kepada kita dengan maksimal.

Untuk kamu yang belum like dan follow @orangorangproduktif di Instagram dan Facebook Page, kamu bisa klik link di bawah ini ya. Juga OrangorangProduktif sudah memiliki blog khusus untuk pembahasan lebih luas lagi seputar pengembangan diri. Kamu bisa akses blog nya dengan link yang sama.

Klik Disini

Klik Disini

Klik Disini

Saya tunggu kehadiran kamu disana ya. Selamat bergabung dengan OrangorangProduktif di Facebook Page dan Instagram ^_^