
Sumber Gambar Utama: reggierivers.com
Kamu pasti memiliki tujuan
tertentu dalam hidup kamu, bukan?
Kamu sudah
membayangkan diri kamu menjadi sesuatu yang membanggakan untuk diri kamu
sendiri atau keluarga kamu, betul?
Ada sesuatu yang
ingin kamu capai dalam hidup kamu yang membuat kamu terpacu untuk mengejarnya,
benar?
Untuk itu, kamu harus
menyelesaikan membaca artikel ini karena saya ingin menunjukkan alasan kenapa
kamu tidak perlu fokus pada goal kamu.
Haii, Riqi Disini.
Kamu sedang
mengunjungi OrangorangProduktif, dimana sekarang kamu adalah tamu saya yang
sangat berharga, karena dari sekian banyak “rumah” yang ada di “awan internet”
ini, kamu memilih untuk mengunjungi “rumah saya.” Untuk itu, saya ucapkan
terima kasih karena sudah mampir ke dalam “rumah” saya.
Sebagai seorang yang
juga memiliki goal yang ingin saya capai dalam hidup saya, kalimat ini sangat membuat
saya penasaran. Pasalnya, bukankah kita sudah sangat mengenal kalimat yang
mengatakan:
“untuk mencapai apa
yang kita inginkan/goal yang ingin dicapai dalam hidup, kita harus memfokuskan
diri pada goal tersebut.”
Masuk akal bukan?
Gagasan yang saya
baca yang mengatakan bahwa kita tidak perlu berfokus pada goal kita adalah
sesuatu yang sangat mengusik hati saya, sehingga saya pun penasaran, kenapa ada
yang beraninya mengatakan hal yang berkebalkan dengan pernyataan umum tersebut.
Saya mengira ini
hanyalah sebuah gagasan kosong yang hanya bertujuan untuk menarik perhahatian audience
untuk klik dan mulai mendalami apa yang ingin disampaikan tersebut. Namun,
setelah mengetahui alasan dibalik gagasan tersebut, saya pun setuju dengan apa
yang dikatakan mengenai gagasan itu.
Ialah Reggie Rivers
yang menyebutkan bahwa kita tidak perlu memfokuskan diri kita pada “Goal.”
Reggie menyebukan
bahwa goal adalah sesuatu yang tidak bisa kita kontrol. Goal yang telah
seseorang tetapkan kebanyakan memerlukan partisipasi orang lain (entah
partisipasi langsung maupun partisipasi tidak langsung) agar goal tersebut bisa
terwujud dan partisipasi orang lain tidak bisa kita kontrol.
Inilah yang membuat
saya setuju dengan Reggie, bahwa kita seharusnya berfokus pada sesuatu yang
bisa kita kontrol.
Gagasan serupa juga
saya dapatkan dari Stephen R. Covey, dalam bukunya yang berjudul The Seven Habits of Highly Effective People,
dalam salah satu bab disebutkan bahwa setiap orang harus memperbesar
lingkangan pengaruh, bukan lingkaran kepedulian.
Lingkaran pengaruh
adalah sesuatu yang bisa kita kontrol. Kita bisa mengontrol perilaku kita, kita
bisa mengontrol fikiran kita. Secara umum Konsep memperbesar pengaruh yang
disebutkan oleh Stephen R. Covey ini berarti melakukan perbaikan dari dalam
diri sendiri serta tidak menyalahkan orang lain atau keadaan yang tidak dapat
kita kontrol.
Sebaliknya kita harus
memperkecil lingkaran kepedulian. Memperkecil Kepedulian artinya melepas fokus
dan kepedulian kita pada apa yang tidak dapat kita kendalikan.
Jika kita kaitkan
dengan gagasan yang disebutkan oleh Reggie, lingkaran pengaruh tersebut adalah
perilaku kita dan lingkaran kepedulian itu adalah goal itu sendiri.
Benar adanya setiap
orang harus memiliki goal dalam hidupnya sehingga dengan goal tersebut, saya dan kamu
memiliki gairah dalam hidup.
Namun, apakah goal
yang telah kita “set” itu merupakan sesuatu yang bisa kita kontrol?
Sebagai contoh
sederhana, saya akan memberikan contohnya kepada kamu:
Saya memiliki goal untuk OrangorangProduktif ini sebagai salah satu majalah online Self-Improvement terkemuka di Indonesia. Apakah saya bisa mengontrol hal tersebut?
Kamu memiliki keinginan untuk mendapatkan nilai A pada salah satu mata kuliah. Apakah semua itu berada dalam lingkaran pengaruhmu?
Atau kamu memiliki cita-cita untuk berprofesi di bidang tertentu sebagai goal kamu. Apakah kamu bisa mengontrol hal tersebut?
Jawaban dari
ketiganya adalah tidak. Kita tidak bisa mengontrol hal tersebut. Saya tidak
bisa menjadikan OrangorangProduktif ini sebagai salah satu Majalah Online Self-Improvment terkemuka di Indonesia
tanpa partisipasi dari para pengunjungnya. Hal yang bisa saya lakukan adalah membuat
bagaimana laman OrangorangProduktif dikunjungi dan berusaha memberikan
informasi seputar Pengembangan Diri yang relatable dan memberikan informasi
yang bermanfaat bagi para pembacanya (saya harap kamu mendapatkan wawasan yang
bermanfaat ketika mengunjungi laman ini).
Kamu tidak bisa
mendapatkan nilai A, tanpa partisipasi orang lain. Tidak menutup kemungkinan
bahwa yang melakukan koreksi atas ujuanmu tidak keliru ketika memeriksa jawabanmu.
Tidak ada jaminan bahwa sepanjang semester tersebut kamu memiliki hubungan yang
baik terus dengan pengampu mata kuliah tersebut. Dan masih banyak lagi.
Tidak ada jaminan
bahwa goal kita untuk bekerja pada profesi tertentu bisa kita capai dengan tangan
kita sendiri. Semua memerlukan partisipasi orang lain didalamnya, entah
langsung maupun tidak langsung.
Goal, memerlukan
partisipasi orang lain. Inilah masalahnya, kita tidak bisa mengontrol perilaku
orang lain.
Lantas, jika tidak
berfokus pada goal, apa yang harus dilakukan?
Setiap orang tidak
bisa mengontrol harapannya dan keinginannya. Yang bisa kita kontrol adalah
tindakan kita hari ini yang bisa bisa mendekatkan kita pada goal tersebut.
Jadi kamu bisa tanyakan
pada diri sendiri,
“Apa yang bisa saya
lakukan hari ini dan besok agar saya bisa lebih dekat pada goal saya?”
Itulah yang Reggie
Rivers menyebutkan bahwa kita harus berfokus pada behavior. Inilah yang
akan mendekatkan kita pada goal kita.
Hanya kamu yang bisa
melakukan perilaku kamu. Kamu tidak membutuhkan guru, audience, tetangga,
penjaga sekolah atau siapapun untuk perilaku kita. Semuanya ada dalam lingkaran
pengaruh kamu.
Point terpenting yang
ingin disampaikan oleh Reggie Rivers adalah bahwa daripada memfokuskan diri
pada goal yang mana goal tersebut masih dalam bentuk angan-angan dan keinginan
pribadi, lebih baik memfokuskan diri pada usaha untuk mencapainya. Usaha
terdekat yang bisa dilakukan adalah action pada hari ini, besok atau dalam
minggu ini.
Behavior yang
disebutkan Reggie Rivers bersifat jangka pendek. Reggie mengatakan “saya hanya
bisa mengontrol perilaku saya seminggu kedepan.
“apa yang bisa saya lakukan hari ini untuk mendekatkan saya pada goal saya?”
“apa yang bisa saya lakukan besok untuk mendekatkan saya pada goal saya?”
“apa yang bisa saya lakukan dalam minggu ini untuk mendekatkan saya pada goal saya?”
Itu versi Reggie,
kamu bisa menyesuaikan Perilaku yang bisa kamu kontrol ini sesuai dengan
kebutuhan dan kemampuan diri kamu sendiri.
Sebagai tambahan dari
apa yang disampaikan oleh Reggie mengenai gagasannya ini, saya ingin
menambahkan bahwa ini adalah tentang pencapaian-pencapaian kecil.
Maksud saya adalah
bahwa tindakan jangka pendek yang kita lakukan untuk mencapai goal (Behavior) memiliki implikasi yang
sangat mendalam secara psikologis.
Pencapaian-pencapaian
jangka pendek tersebut merupakan sesuatu yang sangat berharga yang merupakan
modal bagi diri kita sendiri untuk lebih percaya pada diri sendiri.
Kamu bisa mengatakan “aku
sudah melakukan ini, aku telah menyelesakan ini, aku bersyukur karenanya karena
aku sudah lebih dekat dengan goalku.”
“sedikit lagi,
sedikit lagi, sedikit lagi!!!!”
Atau kalimat afirmasi
positif lainnya yang bisa kamu jadikan modal untuk menyemangati diri sendiri.
Pencapaian ini adalah
modal. Modal yang sangat berharga karena ada perasaan puas yang kita rasakan
setelah berhasil dengan pencapaian kecil ini.
Sebagai penutup
bahasan, saya ingin menyampaikan apa yang dikatakan oleh Reggie
“Do not worry about
The Goal, do not worry about anything that outside of your control.”
Yes, semua telah saya kemukakan pada
tulisan diatas, saya yakin kamu telah mendapatkan wawasan mengenai hal ini.
Share ke teman-teman kamu jika apa yang telah kamu baca ini
memberikan manfaat untuk kamu.
Serta saya juga akan sangat senang jika
kamu mau berbagi pandangan kamu mengenai hal ini di kolom komentar.
Jika kamu suka dengan artikel seputar
pengembangan diri dari OrangorangProduktif.com , kamu juga bisa mendapatkannya
di platform lain seperti Facebook dan Instagram.
Kamu bisa klik link dibawah ini untuk
mendapatkan berbagai wawasan mengenai pengembangan diri dari
OrangorangProduktif.
Saya bersyukur karena telah
menyelesaikan artikel ini dan saya berterima kasih kepada kamu karena telah
membaca artikel ini.
Saya Riqi, dari OrangorangProduktif. Being Addicted To Self Growth.
0 Komentar