Jangan FOKUS Pada GOAL-mu, Fokuslah Pada Ini!!!

 

Sumber Gambar Utama: reggierivers.com
        

Kamu pasti memiliki tujuan tertentu dalam hidup kamu, bukan?

Kamu sudah membayangkan diri kamu menjadi sesuatu yang membanggakan untuk diri kamu sendiri atau keluarga kamu, betul?

Ada sesuatu yang ingin kamu capai dalam hidup kamu yang membuat kamu terpacu untuk mengejarnya, benar?

Untuk itu, kamu harus menyelesaikan membaca artikel ini karena saya ingin menunjukkan alasan kenapa kamu tidak perlu fokus pada goal kamu.


Haii, Riqi Disini.

Kamu sedang mengunjungi OrangorangProduktif, dimana sekarang kamu adalah tamu saya yang sangat berharga, karena dari sekian banyak “rumah” yang ada di “awan internet” ini, kamu memilih untuk mengunjungi “rumah saya.” Untuk itu, saya ucapkan terima kasih karena sudah mampir ke dalam “rumah” saya.

Sebagai seorang yang juga memiliki goal yang ingin saya capai dalam hidup saya, kalimat ini sangat membuat saya penasaran. Pasalnya, bukankah kita sudah sangat mengenal kalimat yang mengatakan:

“untuk mencapai apa yang kita inginkan/goal yang ingin dicapai dalam hidup, kita harus memfokuskan diri pada goal tersebut.”

Masuk akal bukan?

Gagasan yang saya baca yang mengatakan bahwa kita tidak perlu berfokus pada goal kita adalah sesuatu yang sangat mengusik hati saya, sehingga saya pun penasaran, kenapa ada yang beraninya mengatakan hal yang berkebalkan dengan pernyataan umum tersebut.

Saya mengira ini hanyalah sebuah gagasan kosong yang hanya bertujuan untuk menarik perhahatian audience untuk klik dan mulai mendalami apa yang ingin disampaikan tersebut. Namun, setelah mengetahui alasan dibalik gagasan tersebut, saya pun setuju dengan apa yang dikatakan mengenai gagasan itu.

Ialah Reggie Rivers yang menyebutkan bahwa kita tidak perlu memfokuskan diri kita pada “Goal.”

Reggie menyebukan bahwa goal adalah sesuatu yang tidak bisa kita kontrol. Goal yang telah seseorang tetapkan kebanyakan memerlukan partisipasi orang lain (entah partisipasi langsung maupun partisipasi tidak langsung) agar goal tersebut bisa terwujud dan partisipasi orang lain tidak bisa kita kontrol.

Inilah yang membuat saya setuju dengan Reggie, bahwa kita seharusnya berfokus pada sesuatu yang bisa kita kontrol.

Gagasan serupa juga saya dapatkan dari Stephen R. Covey, dalam bukunya yang berjudul The Seven Habits of Highly Effective People, dalam salah satu bab disebutkan bahwa setiap orang harus memperbesar lingkangan pengaruh, bukan lingkaran kepedulian.

Lingkaran pengaruh adalah sesuatu yang bisa kita kontrol. Kita bisa mengontrol perilaku kita, kita bisa mengontrol fikiran kita. Secara umum Konsep memperbesar pengaruh yang disebutkan oleh Stephen R. Covey ini berarti melakukan perbaikan dari dalam diri sendiri serta tidak menyalahkan orang lain atau keadaan yang tidak dapat kita kontrol.

Sebaliknya kita harus memperkecil lingkaran kepedulian. Memperkecil Kepedulian artinya melepas fokus dan kepedulian kita pada apa yang tidak dapat kita kendalikan.

Jika kita kaitkan dengan gagasan yang disebutkan oleh Reggie, lingkaran pengaruh tersebut adalah perilaku kita dan lingkaran kepedulian itu adalah goal itu sendiri.

Benar adanya setiap orang harus memiliki goal dalam hidupnya  sehingga dengan goal tersebut, saya dan kamu memiliki gairah dalam hidup.

Namun, apakah goal yang telah kita “set” itu merupakan sesuatu yang bisa kita kontrol?

Sebagai contoh sederhana, saya akan memberikan contohnya kepada kamu:

Saya memiliki goal untuk OrangorangProduktif ini sebagai salah satu majalah online Self-Improvement terkemuka di Indonesia. Apakah saya bisa mengontrol hal tersebut?

Kamu memiliki keinginan untuk mendapatkan nilai A pada salah satu mata kuliah. Apakah semua itu berada dalam lingkaran pengaruhmu?

Atau kamu memiliki cita-cita untuk berprofesi di bidang tertentu sebagai goal kamu. Apakah kamu bisa mengontrol hal tersebut?

Jawaban dari ketiganya adalah tidak. Kita tidak bisa mengontrol hal tersebut. Saya tidak bisa menjadikan OrangorangProduktif ini sebagai salah satu Majalah Online Self-Improvment terkemuka di Indonesia tanpa partisipasi dari para pengunjungnya. Hal yang bisa saya lakukan adalah membuat bagaimana laman OrangorangProduktif dikunjungi dan berusaha memberikan informasi seputar Pengembangan Diri yang relatable dan memberikan informasi yang bermanfaat bagi para pembacanya (saya harap kamu mendapatkan wawasan yang bermanfaat ketika mengunjungi laman ini).

Kamu tidak bisa mendapatkan nilai A, tanpa partisipasi orang lain. Tidak menutup kemungkinan bahwa yang melakukan koreksi atas ujuanmu tidak keliru ketika memeriksa jawabanmu. Tidak ada jaminan bahwa sepanjang semester tersebut kamu memiliki hubungan yang baik terus dengan pengampu mata kuliah tersebut. Dan masih banyak lagi.

Tidak ada jaminan bahwa goal kita untuk bekerja pada profesi tertentu bisa kita capai dengan tangan kita sendiri. Semua memerlukan partisipasi orang lain didalamnya, entah langsung maupun tidak langsung.

Goal, memerlukan partisipasi orang lain. Inilah masalahnya, kita tidak bisa mengontrol perilaku orang lain.

Lantas, jika tidak berfokus pada goal, apa yang harus dilakukan?

Setiap orang tidak bisa mengontrol harapannya dan keinginannya. Yang bisa kita kontrol adalah tindakan kita hari ini yang bisa bisa mendekatkan kita pada goal tersebut.

Jadi kamu bisa tanyakan pada diri sendiri,

“Apa yang bisa saya lakukan hari ini dan besok agar saya bisa lebih dekat pada goal saya?”

Itulah yang Reggie Rivers menyebutkan bahwa kita harus berfokus pada behavior. Inilah yang akan mendekatkan kita pada goal kita.

Hanya kamu yang bisa melakukan perilaku kamu. Kamu tidak membutuhkan guru, audience, tetangga, penjaga sekolah atau siapapun untuk perilaku kita. Semuanya ada dalam lingkaran pengaruh kamu.

Point terpenting yang ingin disampaikan oleh Reggie Rivers adalah bahwa daripada memfokuskan diri pada goal yang mana goal tersebut masih dalam bentuk angan-angan dan keinginan pribadi, lebih baik memfokuskan diri pada usaha untuk mencapainya. Usaha terdekat yang bisa dilakukan adalah action pada hari ini, besok atau dalam minggu ini.

Behavior yang disebutkan Reggie Rivers bersifat jangka pendek. Reggie mengatakan “saya hanya bisa mengontrol perilaku saya seminggu kedepan.

“apa yang bisa saya lakukan hari ini untuk mendekatkan saya pada goal saya?”

“apa yang bisa saya lakukan besok untuk mendekatkan saya pada goal saya?”

“apa yang bisa saya lakukan dalam minggu ini untuk mendekatkan saya pada goal saya?”

Itu versi Reggie, kamu bisa menyesuaikan Perilaku yang bisa kamu kontrol ini sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan diri kamu sendiri.

Sebagai tambahan dari apa yang disampaikan oleh Reggie mengenai gagasannya ini, saya ingin menambahkan bahwa ini adalah tentang pencapaian-pencapaian kecil.

Maksud saya adalah bahwa tindakan jangka pendek yang kita lakukan untuk mencapai goal (Behavior) memiliki implikasi yang sangat mendalam secara psikologis.

Pencapaian-pencapaian jangka pendek tersebut merupakan sesuatu yang sangat berharga yang merupakan modal bagi diri kita sendiri untuk lebih percaya pada diri sendiri.

Kamu bisa mengatakan “aku sudah melakukan ini, aku telah menyelesakan ini, aku bersyukur karenanya karena aku sudah lebih dekat dengan goalku.”

“sedikit lagi, sedikit lagi, sedikit lagi!!!!”

Atau kalimat afirmasi positif lainnya yang bisa kamu jadikan modal untuk menyemangati diri sendiri.

Pencapaian ini adalah modal. Modal yang sangat berharga karena ada perasaan puas yang kita rasakan setelah berhasil dengan pencapaian kecil ini.

Sebagai penutup bahasan, saya ingin menyampaikan apa yang dikatakan oleh Reggie

 

“Do not worry about The Goal, do not worry about anything that outside of your control.”

 

Yes, semua telah saya kemukakan pada tulisan diatas, saya yakin kamu telah mendapatkan wawasan mengenai hal ini.

Share ke teman-teman kamu jika apa yang telah kamu baca ini memberikan manfaat untuk kamu.

Serta saya juga akan sangat senang jika kamu mau berbagi pandangan kamu mengenai hal ini di kolom komentar.

Jika kamu suka dengan artikel seputar pengembangan diri dari OrangorangProduktif.com , kamu juga bisa mendapatkannya di platform lain seperti Facebook dan Instagram.

Kamu bisa klik link dibawah ini untuk mendapatkan berbagai wawasan mengenai pengembangan diri dari OrangorangProduktif.

Klik Disini

Klik Disini

Klik Disini

Saya bersyukur karena telah menyelesaikan artikel ini dan saya berterima kasih kepada kamu karena telah membaca artikel ini.

Saya Riqi, dari OrangorangProduktif. Being Addicted To Self Growth.

Previous
Next Post »
0 Komentar