Bayangkan Bagaimana Rasanya Kamu Ketika Didengarkan Oleh Orang Lain Dengan Seksama

 

Setuju? ^_^

Saya yakin setiap orang pasti menginginkan untuk dimengerti, didukung, diakui keberadaannya serta dihargai. Saya sangat yakin bahwa Saya dan Kamu akan sangat ingin berada dengan orang seperti itu, benar?

Siapa sih yang gamau punya seseorang yang dengan tulus mengakui keberadaan Kita? Kamu mau kan? Saya sangat mau.

Apakah kamu mau memiliki hubungan dengan rekan kerja, patner bisnis, atasan, teman, dan pasangan yang seperti itu? Saya mau sekali, apakah Kamu mau?

Untuk itu, Kamu harus lanjutkan baca tulisan ini sampai akhir, sebab saya ingin mengajak kamu membahas lebih jauh mengenai hal tersebut.


Haii, Riqi Disini.

Saat ini Kamu sedang mengunjungi OrangorangProduktif, dimana sekarang Kamu adalah Tamu Saya yang sangat berharga, karena dari sekian banyak “rumah” yang ada di “awan internet” ini, kamu memilih untuk mengunjungi “rumah saya.” Untuk itu, saya ucapkan terima kasih karena sudah mampir ke dalam “rumah fikiran” saya.

Bayangkan, kamu memiliki pertemanan, atasan, rekan kerja, pasangan hidup yang dengan tulus mengakui keberadaan kamu. Mereka menghargai kamu dan mendukung serta mengerti kamu. Pasti akan sangat menyenangkan memiliki semua itu. Stephen R. Covey dalam bukunya yang berjudul The Seven Habits Of Highly Effective People  menyebutkan bahwa ini semua adalah Udara Psikologis.

Ia menganalogikan udara psikologis ini dengan udara yang kita hirup. Tentu kita sangat membutuhkannya, betul? Udara yang kita hirup untuk menunjang kehidupan kita dan sekaligus sebagai pondasi kehidupan mahluk hidup.

Begitu pentingnya udara psikologis menurut Stephen Covey ini sehingga ia mengalanogikan pentingnya udara yang kita hirup dengan kebutuhan akan penghargaan dari orang lain ini.

*Saya akan menggunakan istilah udara psikologis untuk merangkum perasaan ingin dimengerti, didukung, diakui keberadaannya serta dihargai.*

Untuk mendapatkan sesuatu, kita harus memberi terlebih dahulu, betul? Ini adalah kaidah penting yang berlaku secara umum dalam setiap aspek kehidupan. Untuk mendapatkan senyuman, peluangnya akan lebih besar jika kita memberikan senyuman terlebih dahulu, setuju?

Untuk mendapatkan sapaan hangat, peluangnya akan lebih besar jika kita yang memulainya, setuju?

“Tangan diatas lebih baik dari pada tangan dibawah”

Adalah ungkapan yang bisa kita gunakan juga ketika kita berharap akan mendapatkan udara psikologis dari orang lain. Kita bisa saja mendapatkan senyuman dan sapaan hangat terlebih dahulu dari orang lain. Tapi, disini saya ingin mengajak kamu agar kamu menjadi seseorang yang dengan tulus untuk “menjadi dan memulai” bukan serta merta “menerima tanpa memulai.”

Sebelumnya, saya ingin membahas mengenai empat bentuk komunikasi yang sudah sangat familiar yaitu bentuk komunikasi dengan menulis, bentuk komunikasi dengan membaca, berbicara serta mendengarkan. Inilah empat bentuk komunikasi kita sehari-hari.

Coba tebak, dari keempat bentuk komunikasi ini, mana yang paling sering diajarkan? Diantara kamu ada yang menjawab menulis, ada yang menjawab membaca, ada diatara kamu yang menjawab berbicara. Yes, semua itu memang benar adanya. Namun, apakah kamu pernah mengetahui pelajaran yang secara khusus mengajarkan tentang mendengarkan? Saya rasa tidak. Jika ada, mungkin tidak banyak yang melakukannya.

Apakah kamu tahu bahwa mendengarkan adalah skill yang sangat penting dalam hubungan antar manusia?

Mendengarkan adalah skill yang sangat penting agar kita bisa memahami orang lain. Mendengarkan adalah skill yang sangat penting agar kita bisa memberikan nasihat yang tepat bagi orang lain. Namun sayang kebanyakan dari kita mengabaikan skill yang satu ini, sehinga kebanyakan dari kita adalah “Mendengarkan untuk Menjawab, bukan untuk mengerti.” Inilah yang akan kita bahas.

Sekarang kembali ke pembahasan.

Setiap orang akan senang duduk bersama dengan orang yang memiliki kerelaan untuk duduk bersama mereka dan memahami mereka. Memahami orang lain bisa dilakukan dengan istilah yang dipopulerkan oleh Stephen Covey yaitu “Mendengarkan Secara Empatik.”

Apa itu Mendengarkan Secara Empatik? Mendengarkan Secara Empatik adalah mendengarkan dengan maksud untuk mengerti. Ini adalah apa yang saya sebut dengan “tangan diatas lebih baik daripada tangan dibawah.” Untuk mendapatkan udara psikologis, untuk menerima pengertian dari orang lain, terlebih dahulu yang harus dilakukan adalah mengerti terlebih dahulu.

Bagi sebagian orang, hal ini terasa berat. Karena mereka sudah terbiasa dengan “berusaha untuk membuat orang lain mengerti dirinya terlebih dahulu.” Ini membutuhkan pergeseran sudut pandang pribadi yang mendalam, dan terkadang menyakitkan bagi sebagian orang untuk mengubah sudut pandangnya.

Ketika mendengarkan, orang-orang terbiasa menyaring segala sesuatu melalui sudut pandangnya sendiri, mereka menjawab pernyataan (bukan pertanyaan) orang lain berdasarkan autobiografi mereka kedalam kehidupan orang lain.

“oke, saya tahu persis apa yang kamu rasakan.”

“Sebentar, saya juga pernah berada di posisi kamu.”

Terlebih ada yang lebih buruk lagi perkataannya.

“Apa yang kamu rasakan itu tidak lebih buruk dari apa yang saya rasakan, coba bayangkan, saya dulu......”

Mereka melakukan sesuatu yang belakagan populer dengan istilah “adu nasib.” Sungguh buruk sekali respon seperti itu.

Mendengarkan Secara Empatik lebih dari sekedar mendengarkan kata-kata dan kalimat yang terlontar. Mendengarkan secara empatik artinya memahami orang lain dari suaranya (tinggi rendah nada suara dan penekanan) serta bahasa tubuh lawab bicara kita.

Hal ini juga dikonfirmasi oleh para Ahli Komunikasi, mereka mengatakan bahwa hanya 10 persen komunikasi yang diwakili oleh kata-kata. 30 persen lainnya diwakili oleh suara dan selebihnya (60) persen komunikasi diwakili oleh bahasa tubuh.

Esensi dari mendengarkan secara empatik adalah memahami. Memahami manusia sebagai keutuhan dirinya sebagai mahluk yang memiliki perasaan. Dalam mendengarkan secara empatik, Kamu mendengarkan dengan telinga tetapi yang terpenting dari semua itu adalah mendengarkan dengan mata dan hati Kamu.

Mendengarkan Secara Empatik sangat berguna karena memberi Kamu data yang sangat akurat yang nantinya bisa Kamu tindaklanjuti. Bukannya memproyeksikan autobiografi Kamu sendiri dan mengasumsikan pikiran, perasaan, motivasi serta interpretasi kamu sendiri. Dengan Mendengarkan Secara Empatik, Kamu akan masuk ke dalam sudut pandang lawan bicara kamu.

Kamu akan bisa memberikan masukan yang akurat untuk mereka. Ingat, resep yang baik hanya akan didapat dengan diagnosis yang tepat. Diagnosis yang tepat adalah dengan melakukan yang namanya memahami penyakit tersebut. Begitu juga dengan memberikan masukan yang baik, kamu harus memahami lawan bicara kamu. Dengan begitu, kamu akan memberikan masukan yang tepat kepadanya. Juga, kamu akan memberikan udara psikologis kepada mereka. Serta setelah memberi udara psikologis, kamu akan mendapatkannya juga. Walau bukan melalui orang yang sama.

Saya ingin menutup pembahasan ini dengan perkataan dari Stephen R. Covey yang sangat berharga.

“Kalau diminta meringkas dalam satu kalimat untuk satu prinsip terpenting yang pernah saya pelajari dalam bidang hubungan antarpribadi, itu adalah: Berusaha mengerti terlebih dahulu, baru dimengerti. Ini adalah prinsip kunci menuju hubungan antar pribadi yang sangat efektif.”

Berikutnya saya akan membahas lebih jauh mengenai bagaimana cara melatih diri kita agar memiliki kemampuan Mendengarkan Secara Empatik ini.

Sudah berapa banyak wawasan yang kamu dapatkan setelah membaca artikel ini?

Share ke teman-teman kamu yaa jika apa yang telah kamu baca ini memberikan manfaat untuk kamu. Kamu bisa klik “Share on Facebook” dan “Share on Twitter” pada kolom dibawah. Saya akan sangat senang sekali jika kamu mendapat manfaat dari apa yang saya sajikan ini.

Serta saya juga akan sangat senang jika kamu mau berbagi pandangan kamu mengenai hal ini di kolom komentar.

Jika kamu suka dengan artikel seputar pengembangan diri dari OrangorangProduktif.com , kamu juga bisa mendapatkannya di platform lain seperti Facebook dan Instagram.

Kamu bisa klik link dibawah ini untuk mendapatkan berbagai wawasan mengenai pengembangan diri dari OrangorangProduktif.

 Klik Disini

 Klik Disini

 Klik Disini

Saya bersyukur karena telah menyelesaikan artikel ini dan saya berterima kasih kepada kamu karena telah membaca artikel ini sampai dengan selesai.

Saya Riqi dari OrangorangProduktif.com

Being Addicted To Self Growth.

Previous
Next Post »
0 Komentar