| Kamu Boleh Jawab Pertanyaan ini Dalam Hati ^_^ |
Tentu kamu sudah
memahami apa itu inspirasi, betul?
Saya yakin kamu juga
pernah merasakan sensasi tertentu ketika kamu merasa terinspirasi, iya?
Sensasi tersebut
membuat kamu merasa bersemangat untuk melakukan suatu tindakan, benar?
Untuk itu, Kamu harus
selesaikan baca artikel ini untuk dapatkan wawasan yang menarik terkait
inspirasi ini. ^_^
Haii, Riqi Disini.
Saat ini Kamu sedang
mengunjungi OrangorangProduktif.com , dimana sekarang Kamu adalah Tamu Saya
yang sangat berharga, karena dari sekian banyak “rumah” yang ada di “awan
internet” ini, kamu memilih untuk mengunjungi “rumah saya.” Untuk itu, saya
ucapkan terima kasih karena sudah mampir ke dalam “rumah pikiran” saya.
Secara umum, orang-orang
telah mendapatkan banyak inspirasi dari berbagai media informasi yang kita
terima dengan mata dan telinga kita. Kemudian informasi inspiratif tersebut
sampai pada fikiran dan hati kita yang lalu menghantarkan kita pada suatu
sensasi yang biasa kita namakan dengan motivasi.
Kita mendapatkan
inspirasi dari ceramah dan pidato orang yang kita kagumi. Inspirasi juga bisa
muncul dari kisah sukses seseorang. Bisa juga kita dapatkan karena kegigihan
seseorang untuk mengejar mimpinya walau banyak halangan yang membentang.
Kita mendapatkan
inspirasi dari bacaan seperti buku yang secara khusus membahas mengenai
biografi seseorang atau dari artikel yang membahas kisah-kisah inspiratif. Tempat
tertentu juga bisa memberikan inspirasi pada seseorang. Tempat ini bisa jadi
adalah tempat yang bersejarah atau suatu lokasi dimana suatu kejadian besar
terjadi.
Namun, ada satu
permasalahan yang muncul disini. Saya akan tanyakan kepada kamu dan kamu boleh
menjawab pertanyaan ini dalam hati.
“Untuk hal yang menginspirasimu, berapa lama inspirasi itu bertahan dalam hatimu?”
Banyak orang setelah
mendapatkan inspirasi dan karenanya mereka termotivasi untuk melakukan suatu
hal. Namun, apa yang terjadi? Inspirasi itu hanya bertahan beberapa hari saja.
Ada beberapa diantara
mereka yang merasa termotovasi dalam waktu seminggubahkan ada yang lebih parah
lagi. Inspirasi itu hanya bertahan beberapa saat saja setelah mereka
mendapatkannya.
Saya yakin, saya dan
kamu pernah merasakan hal yang seperti ini, betul? Dan saya rasa hal tersebut
adalah sesuatu yang normal.
Izinkan saya bertanya
satu pertanyaan lagi untuk kamu,
“Untuk inspirasi yang telah kamu dapatkan, apakah ada inspirasi tersebut yang merubah perilakumu?”
Para pembaca bisa
menjawab pertanyaan ini didalam hati sebelum melanjutkan membaca.
Jika kamu telah
mendapati suatu inspirasi kemudian membuat kamu merasa ingin melakukan tindakan
karena inspirasi tersebut. Itu adalah suatu hal yang sangat bagus. Kerena
bagaimana pun motivasi memembara di hati kamu, namun hal tersebut tidak diubah
menjadi tindakan nyata maka inspirasi tersebut hanya menjadi kesia-siaan
belaka.
Sekali lagi, adakah
dari inspirasi tersebut yang merubah perilaku Kamu? Dengan kata lain, adakah dari
inspirasi itu yang membuat Kita melakukan sesuatu yang berbeda?
Saya akan mengajak
Kamu untuk membahas suatu hal yang berkaitan erat dengan inspirasi ini.
Pernahkan Kamu
terfikirkan tentang perbedaan antara Motivasi dan Antusiasme? Secara umum Kamu
mungkin akan sulit untuk membedakannya keduanya, betul?
Untuk menjawab
pertanyaan ini, Kamu bisa menggunakan “rasa” sebagai salah satu cara untuk
membuat perbedaan diantara keduanya.
Kapan Kamu
termotivasi dan kapan Kita antusias terhadap sesuatu?
Alan Price dalam
bukunya “Ready To Lead?” telah membahas perbedaan diantara keduanya. Disebutkan
bahwa ketika kita termotivasi kita seperti terdorong untuk mencapai atau
melakukan sesuatu. Dorongan untuk melakukan sesuatu inilah yang disebut dengan
motivasi. Ini seperti perasaan terdorong untuk melakukan suatu tindakan.
Bayangkan, kamu
sedang menonton suatu penjelasan tentang alasan kenapa seseorang harus merapihkan
tempat tidurnya sesaat setelah ia bangun tidur. Setelah mendengar alasan-alasan
dibalik semua itu, kamu merasa “ya, saya akan melakukannya esok sesaat setelah
saya bangun tidur” kamu merasakan adanya dorongan untuk merapihkan tempat tidur
kamu, kamu merasa terdorong untuk melakukannya. Itulah Motivasi.
Sangat akal bukan,
mengingat begitu banyak motivator yang memberikan motivasi berupa
kalimat-kalimat mereka yang secara sadar atau tidak itu adalah bentuk dorongan
pada kita yang mendengar atau membacanya. Sensasi seperti ini seperti adanya
kebulatan tekad yang menggerakkan kita untuk maju.
Lantas bagaimana
dengan antusias?
Alan Price
menyebutkan bahwa sensasi antusiasme itu muncul ketika kita tersedot atau
merasa tertarik ke dalam aktivitas tersebut.
Sesaat setelah kamu
mengambil aksi merapihkan tempat tidur sesaat setelah bangun, kamu merasakan
ada sesuatu yang berbeda pada diri kamu sehingga kamu merasa “saya harus
melakukannya lagi, lagi dan lagi.” Itulah saat dimana kamu tersedot atau
tertarik ke dalam aktivitas yang kamu lakukan. Itulah saat dimana kamu
merasakan antusias.
Perasaan lain ketika
Kamu merasakan antusiasme pada suatu pekerjaan adalah ketika Kamu melakukan
pekerjaan tersebut Kamu dibuat seolah dilupakan dengan hal lain. Kamu merasa
asyik melakukannya.
Hal ini begitu sering
terjadi pada saya saat saya membuat artikel untuk Blog OrangorangProduktif.com
, saya merasa tersedot kedalam aktivitas menulis ini. Tanpa terasa, saya telah
mengetik lebih dari 1000 kata dan tanpa terasa ternyata saya sudah menghabiskan
waktu sekian jam untuk menulis. Saya tersedot ke dalam aktivitas menulis ini
dan saya merasa asyik melakukannya.
Jadi, perbedaan
antara Motivasi dan Antusiasme adalah pada Mendorong versus Menarik.
Keduanya dibutuhkan
dalam kehidupan sehari-hari. Terlebih bagi para pemimpin. Mereka, para pemimpin
dalam konteks apapun, harus memiliki kemampuan untuk mendorong/memotivasi
karena dengan dorongan tersebutlah mereka bisa memberikan hasil dan mengesankan
orang lain. Juga, antusiasme juga yang memengaruhi orang lain sehingga mereka
meraih hasil.
Untuk kebutuhan
menginspirasi diri sendiri keduanya juga dibutuhkan. Untuk melakukan suatu
pekerjaan atau proyek pribadimu, kamu harus merasa termotivasi terlebih dahulu
sebelum kamu tenggelam antusias dengan pekerjaan atau proyek tersebut.
Saya ingin memberikan
sedikit informasi tambahan mengenai kata Inspirasi ini. Inspirasi kata latinnya
adalah Inspirare. Secara tersurat
berarti menghembuskan napas kehidupan. Jadi pertanyaan apa yang menginspirasi
Kamu? Sama saja dengan bertanya “Napas apa yang memberikan kehidupan dalam
diri Kamu?”
Bukankah itu gambaran
yang sangat indah?
Kamu telah mengetahui
apa itu inspirasi kemudian dari inspirasi itu muncul motivasi dan antusiasme.
Serta kamu juga telah mengetahui perbedaan antara motivasi dan antusiame.
Pertanyaan terakhir saya kepada kamu adalah
“Apa yang Menginspirasi Kamu?” ^_^
Yes, saya
telah menyampaikan semuanya kepada kamu terkait wawasan inspirasi ini. Saya
bersyukur karena telah menyelesaikan artikel ini dan saya berterima kasih
kepada Kamu yang telah meluangkan waktu untuk membaca artikel ini.
Jadi, sudah berapa
banyak wawasan yang kamu dapatkan setelah membaca artikel ini?
Share ke teman-teman kamu yaa jika apa yang telah kamu baca
ini memberikan manfaat untuk kamu. Kamu bisa klik “Share on Facebook” dan “Share
on Twitter” pada kolom dibawah. Saya akan sangat senang sekali jika kamu
mendapat manfaat dari apa yang saya sajikan ini.
Serta saya juga akan sangat senang jika
kamu mau berbagi pandangan kamu mengenai hal ini di kolom komentar.
Jika kamu suka dengan artikel seputar
pengembangan diri dari OrangorangProduktif.com kamu boleh bookmark alamat
websitenya, juga kamu bisa mendapatkan pengetahuan seputar pengembangan diri
dari OrangorangProduktif di platform lain seperti Facebook dan Instagram.
Kamu bisa klik link dibawah ini untuk
mendapatkan berbagai wawasan mengenai pengembangan diri dari
OrangorangProduktif.
Saya Riqi dari OrangorangProduktif.com
Being Addicted To Self Growth.
0 Komentar