| Bijaklah Dengan Pagimu |
Saya yakin kamu menginginkan suatu pencapaian dalam hidup kamu, betul?
Standarnya jika tidak ada hal yang bisa dikatakan tentang pencapaian pribadi kita mengatakan, ingin membanggakan orang tua, betul?
Biasanya juga kita mengatakan bahwa kita ingin menjadi pribadi yang bermanfaat bagi orang lain, setuju?
Saya telah merangkum rahasia dibalik kesuksesan mereka, orang-orang yang
memiliki pencapaian luar biasa dalam hidup mereka. Untuk itu, kamu boleh
menyelesaikan artikel ini agar kamu juga mengetahui apa sesungguhnya yang
mereka, orang-orang sukses itu lakukan.
Haii, Riqi Disini.
Mengenai hal ini, saya pernah membahasnya dalam artikel pendek yang saya sebarkan melalui facebook page OrangorangProduktif dan instagram @orangorangproduktif dengan judul Mengapa OrangSukses Bisa Sukses? Atau kamu bisa ketik di kolom search page facebook tersebut dengan kata kunci “artikel ke-147".
Disana saya telah membahas bahwa mereka, orang-orang yang mencapai kesuksesan tinggi dalam karir dan kehidupan pribadi mereka adalah karena kegigihan. Mereka adalah orang-orang yang terus bertahan dibawah ketidaknyamanan dari yang namanya belajar, usaha tanpa henti dan yang terpenting adalah mereka tidak berpaling.
Namun, bukan hal ini yang ingin saya bahas pada kesempatan kali ini.
Saya ingin membahas ada sesuatu dari mereka, orang-orang sukses tersebut yang kurang mendapat perhatian dari kisah-kisah pencapaian mereka itu.
Ini adalah sesuatu yang sangat mengispirasi saya. Saya mendapati hal ini dari seorang yang bernama Jim Kwik, ia adalah seorang yang sangat fokus pada “Brain Performance” dengan program pembelajaran akselerasi untuk menstimulus otak manusia agar mencapai performa terbaiknya.
Ia mengatakan bahwa ada pola dan ritual dari orang-orang yang luar biasa ini, ia menyebutnya orang-orang jenius. Ini bukan berarti tentang IQ, melainkan melebihi dari pada IQ.
Berikut adalah pola manusia jenius yang disebutkan oleh Jim Kwik:
1. Mereka Mengetahui Identitas Mereka
Mereka, orang-orang jenius ini mengetahui dengan jelas tentang identitas mereka. Mereka mengetahui siapa diri mereka, apa misi mereka dan peran mereka di dunia. Kemudian mereka bekerja untuk mencapai misi mereka itu.
2. Mereka adalah pembelajar
Selain itu, Jim juga mengatakan bahwa para jenius ini adalah pembelajar tanpa henti. Mereka tidak mencukupkan diri mereka pada apa yang telah mereka kuasai. Jika pengetahuan adalah kekuatan, maka kemauan belajar mereka adalah kekuatan super powernya.
3. Memiliki Perspektif
Salah satu pola yang ditemukan adalah bahwa mereka, para jenius ini memiliki perspektif yang tidak banyak dimiliki orang kebanyakan. Salah satunya adalah bagaimana mereka memandang masalah. Mereka memandang masalah sebagai peluang, mereka memandang masalah sebagai bagian dari puzzle kehidupan, ada juga mereka yang memandang masalah hanya situasi tertentu yang pasti dihadapi oleh seorang manusia bernyawa.
4. Mereka men-Dharma-kan hidup mereka pada misi mereka
Mereka, para jenius itu benar-benar memfokuskan diri mereka pada sesuatu yang sudah mereka tanamkan pada diri mereka untuk mencapainya. Mereka “mewakafkan” hidup mereka untuk misi tersebut.
Itulah pola dari
mereka yang mencapai kesuksesan dalam hidup. Namun tidak sampai disitu saja.
Saya akan mengajak kamu untuk satu hal menarik dari pernyataan Jim mengengai
orang-orang jenius ini yaitu ritual yang mereka lakukan.
Mereka adalah seorang
yang benar-benar memiliki disiplin diri. Disiplin disini bukan hanya tentang
“melakukan.” Disiplin yang dimaksud juga adalah bermakna “tidak melakukan.”
Perilaku orang-orang
jenius ini melakukan dan tidak melakukan. Itulah ritual mereka. Mereka memiliki
“To Do List” juga memiliki “Not-To Do List.”
Salah satu ritual
sukses yang harus dimiliki seseorang dan telah dimiliki oleh mereka yang sukses
adalah bahwa seseorang harus memiliki daftar Not-To Do List lebih banyak dari
pada To Do List.
Ini adalah rahasia
mereka. Ini adalah apa yang mereka, para jenius itu praktikkan. Ini adalah
ritual mereka.
Semuanya jelas dimata
mereka, semuanya jelas iya dan mereka mengatakan iya untuk sesuatu yang
mendekatkan pada misi mereka. Serta dengan jelas tidak untuk hal yang
menjauhkan atau memperlambat menuju misi mereka.
Mereka, para pencapai
kesuksesan mengetahui bahwa waktu dan perhatian mereka adalah sumber daya yang
terbaik. Untuk itu sangat penting untuk mengalokasikannya pada sesuatu yang
benar-benar mendekatkan diri pada misi yang ingin dicapai.
Kebanyakan orang
adalah yang mengatakan “iya” untuk sesuatu yang baik dan kemudian mencukupkan
diri pada hal baik tersebut. Untuk hal ini, saya ingin mengutip perkataan dari
Jim Collins dari bukunya yang berjudul Good To Great. “When you say no to Good things,
so you can say yes to Great things.”
Memiliki Not-To Do
List adalah sesuatu yang tak bisa ditawar oleh mereka. Ya dan tidak jelas untuk
mereka. Ini adalah disiplin. Ini adalah ritual.
Contoh Not-To Do List
yang nyata adalah tidak membuka smartphone sesaat setelah bangun tidur di pagi
hari. Kebanyakan orang melakukan hal tersebut. Apakah kamu termasuk salah
satunya?
Mereka cek smartphone
mereka, mereka melihat story instagram orang yang tidak mereka sukai, mereka
melihat perkembangan berita dari artis yang bercerai, mereka stalking hubungan
terbaru dari mantan pacar mereka. Mereka memasukkan informasi-informasi
tersebut sesaat setelah bangun tidur.
Kwik mengatakan bahwa
satu jam pertama sesaat seseorang bangun tidur adalah waktu dimana kondisi
fikiran seseorang “highly suggestive.”
Jika kamu ingin memenangkan hari itu, kamu
harus memenangkan satu jam pertama untuk menciptakan momentum positif pada hari
tersebut.
Salah satunya adalah
tidak melakukan sesuatu yang dapat menguras energimu di satu jam pertama
setelah kamu terjaga dari tidur.
Informasi negatif
yang kamu dapatkan sesaat setelah terjaga di pagi hari akan membuat kamu
memikirkan hal tersebut, kemudian dari apa yang kamu fikirkan itu akan membuat
kamu merasakan perasaan yang pada hari sebelumnya telah kamu rasakan sehingga
perasaan itu kembali terulang.
Kamu stalking mantan
kamu yang baru saja mendapatkan hubungan baru yang mana sementara kamu masih
dalam titik terendah setelah tidak lagi bersamanya. Kamu bangun tidur dan
langsung stalking instagram, facebook, twitternya. Kemudian kamu mendapatkan
perasaan yang sama menyakitkannya seperti pada hari-hari sebelumnya.
Kamu bisa bayangkan
sendiri, bagaimana buruknya hari kamu karena pagi yang menguras energi
tersebut.
Ini adalah contoh
nyata dari Not-To Do List. Kamu bisa mengeksplor lebih jauh mengenai hal ini
jika kamu tertarik untuk melakukannya. Kamu bisa cari ritual kedisiplinan kamu
sendiri.
Mereka para jenius
itu adalah seseorang yang memiliki disiplin terhadap To Do List dan Not-To Do
List. Mereka juga memiliki Perspektif, hidup dalam Misi pribadi, mereka
mengetahui identitas diri mereka, mereka men-dharma-kan hidup mereka untuk misi
mereka serta mereka adalah pembejalar.
Itulah mereka, itulah
para jenius, itulah mereka, “Most Successful Achievers.”
Saya akan menutup
pembahasan yang sangat menarik ini dengan perkataan seseorang yang mengetakan:
“When Great Is An Option, Why Settle For Only Good?”
Terima kasih telah
membaca tulisan ini sampai akhir. Saya harap kamu mendapatkan insight yang
bermanfaat yang bisa kamu praktikkan untuk kehidupan kamu sendiri.
Saya sangat bersyukur
karena telah menyelesaikan tulisan ini. Juga tulisan ini merupakan bentuk
syukur saya terhadap pengetahuan yang saya dapatkan. Saya membagikan ini untuk
kamu agar kita, saya dan kamu mempraktikkan pelajaran berharga ini.
Saya akan sangat
senang jika kamu juga membagikan tulisan ini ke teman-teman kamu dengan klik
“Share on Facebook” dan “Share on Twitter” pada kolom yang telah tersedia
dibawah.
Untuk mendapatkan
lebih banyak tulisan seputar Pengembagan-Diri dari OrangorangProduktif di
berbagai platform, kamu bisa klik link dibawah ini.
Saya Riqi dari OrangorangProduktif.com
Being Addicted To Self Growth.


